Satgas COVID-19: Dimohon Tak Buka Sekolah Tatap Muka di Zona Merah-Oranye

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 11 Agu 2020 16:54 WIB
Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito
Jubir Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito. (Foto: dok. BNPB)
Jakarta -

Satgas Penanganan COVID-19 meminta daerah dengan zona merah dan oranye dari risiko penularan virus Corona (COVID-19) tidak membuka kegiatan sekolah secara tatap muka. Izin hanya diberikan bagi daerah dengan zona kuning dan hijau.

"Untuk merah dan oranye, mohon agar tidak buka sekolah dahulu karena kita perlu belajar bersama-sama dari risiko yang lebih rendah untuk membuka aktivitas yang potensi penularannya cukup tinggi," ujar Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito dalam konferensi pers yang disiarkan saluran YouTube Setpres, Selasa (10/8/2020).

Pemerintah sebelumnya sudah menetapkan daerah dengan zona hijau dan kuning dari risiko penularan virus Corona menggelar kegiatan sekolah tatap muka. Izin itu juga dengan syarat ketat.

"Kami tegaskan, daerah-daerah yang bisa buka aktivitas sekolah adalah zona kuning dan hijau dan itu pun dengan berbagai syarat simulasi yang harus dilakukan," kata Wiku.

Daerah yang berstatus zona oranye yang mulai menggelar simulasi sekolah tatap muka adalah Kota Surabaya dan Kota Bekasi. Untuk Surabaya, sebanyak 21 SMP negeri dan swasta sudah dilakukan simulasi sekolah tatap muka.

"Simulasi sekolah tatap muka (di 21 SMP) sudah semua," kata Kepala Bidang Sekolah Menengah Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Sudarminto, Senin (10/8).

Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melakukan simulasi kegiatan belajar-mengajar (KBM) di sekolah sejak Senin (3/8). Simulasi ini ditujukan untuk menjadi role model bagi sekolah lainnya apabila kota itu sudah mendapat kategori zona hijau Corona.

"Bukan sekolah-sekolah yang sudah dibuka. Jadi kita itu kan untuk akselerasi Pemerintah Kota Bekasi itu melakukan role model satuan pendidikan dalam simulasi pembelajaran," kata Pelaksana Harian Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Uu Saeful Mikdar saat dihubungi, Rabu (5/8).

(dkp/gbr)