Karhutla di Dekat Tol Palembang-Indralaya, 3 Heli Bom Air Dikerahkan

Raja Adil Siregar - detikNews
Selasa, 11 Agu 2020 15:14 WIB
Karhutla di dekat Tol Palembang-Indralaya. (Foto: Istimewa)
Karhutla di dekat Tol Palembang-Indralaya. (Foto: dok. Istimewa)
Palembang -

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di tepi Jalan Tol Palembang-Indralaya, Sumatera Selatan. Tim satgas gabungan pun diterjunkan untuk memadamkan kobaran api dan mengendalikan asap yang menutupi jalan.

"Kebakaran di dekat tol terjadi pagi tadi. Ini masih dipadamkan satgas darat dan udara secara maksimal," kata Kabid Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel Ansori kepada detikcom, Selasa (11/8/2020).

Menurut Ansori, belum tercatat luas lahan terbakar di tepi Jalan Tol Trans Sumatera itu. Sebab, tim masih berfokus pada pemadaman api untuk mengendalikan kabut asap.

"Luas lahan belum dilaporkan. Diusahakan api secepatnya padam," kata Asnori.

Terkait luasan lahan terbakar sepanjang 2020, Ansori menyebut hingga kini baru ada 13 hektare lahan yang terbakar. Data ini belum termasuk titik kebakaran yang terjadi beberapa hari terakhir.

Secara terpisah, Komandan Lanud SMH Palembang Kolonel Pnb Firman Wirayuda menyebut penanganan kebakaran lahan di Ogan Ilir dengan menerjunkan tiga unit heli water bombing.

"Untuk Indralaya hari ini kita kirimkan tiga heli water bombing untuk pemadaman di lokasi. Tim ini dibantu satgas darat yang sudah bersiaga di lokasi," kata Firman.

Khusus penanganan karhutla di Sumsel, Firman menyebut satgas udara sudah menyiapkan 12 heli water bombing. Dua heli digunakan untuk patroli dan sisanya untuk pemadaman.

"Total kita ada 12 heli. Maksimal heli yang digunakan untuk water bombing itu ada delapan unit. Ini kita maksimalkan di lapangan, titik kecil kebakaran kita padamkan," katanya.

Selain heli, hari ini ada satu unit pesawat untuk teknologi modifikasi cuaca (TMC). Pesawat rencananya mulai terbang esok hari mencari titik-titik potensi hujan.

"Besok kita usahakan sudah mulai terbang untuk TMC. TMC kita datangkan karena di Sumsel masih ada potensi hujan. Menurut BNPT masih berpotensi," katanya.

(ras/mae)