Konsisten Bina Mitra, Hutama Karya Dorong UMKM 'Naik Kelas'

Abu Ubaidillah - detikNews
Selasa, 11 Agu 2020 12:02 WIB
Hutama Karya
Foto: dok Hutama Karya
Jakarta -

PT Hutama Karya (Persero) turut berpartisipasi aktif mewujudkan sinergi antara BUMN dan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang infrastruktur ini mendorong pelaku ekonomi tingkat kecil dan menengah sehingga memiliki daya saing di pasar nasional sekaligus membantu percepatan pertumbuhan perekonomian nasional.

Dari berbagai mitra UMKM binaan Hutama Karya, ada 2 UMKM unggulan yang saat ini telah mandiri dengan proses pengelolaan yang cukup baik, yaitu Agrobisnis Kacang Edamame di Cusarua, Bandung Barat, dan Maradeca Home Industry (Produsen Biji Kopi) di Panyileukan, Bandung, Jawa Barat.

Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Muhammad fauzan menyebut komitmen Hutama Karya dalam membangkitkan UMKM ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian pelaku usaha mikro dan kecil.

"Melalui penyaluran program kemitraan, kami terus dorong UMKM lokal dan mitra binaan kami untuk dapat meningkatkan kapasitas produksi dan menyeimbangkan daya jual usaha tersebut," ujar Fauzan.

Ia mengatakan Hutama Karya memiliki pedoman pelaksanaan program kemitraan yang tepat harus sesuai dengan kebutuhan pemangku kepentingan serta bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hal ini adalah kunci penting untuk program berkelanjutan bisnis perusahaan di masa depan.

"Kami bertekad kuat untuk mewujudkan keseimbangan antara mencari keuntungan (profit) dengan memberikan manfaat bagi masyarakat (people) serta ikut serta melestarikan lingkungan dimanapun Hutama Karya
beroperasi (planet)," terang Fauzan.

Fauzan menjelaskan selama 5 tahun terakhir, Hutama Karya telah menyalurkan puluhan miliar untuk program kemitraan dan membantu lebih dari 1.200 UMKM. Selain 2 mitra binaan unggulan tersebut, Hutama arya juga memiliki mitra binaan lainnya di sektor industri. Antara lain Konveksi Unggulan Barokah yang memproduksi jaket jeans di Cibiru, Bandung; Leewar Home Industry yang merupakan konveksi celana jeans di
Cimahi, Jawa Barat; Marglobal Home Industry yang memproduksi pakaian apparel & screen printing di Arcamanik, Bandung; hingga Sipa Furniture yang memproduksi mebel di Subang, Jawa Barat.

"Program kemitraan Hutama Karya ini tidak akan berhenti sampai disini. Hutama Karya akan terus menyalurkan modal usaha bagi calon mitra binaan lainnya. Diharapkan dengan adanya dukungan dari BUMN, pijar UMKM di Indonesia tidak akan redup dan tetap berkontribusi dalam perekonomian bangsa terutama dalam masa pandemi ini," lanjut Fauzan.

Agrobisnis Kacang Edamame, UMKM yang berlokasi di Desa Padirhalan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat telah menjadi mitra binaan Hutama Karya sejak 2017 lalu. Pemilik usaha ini, Jono menceritakan ia mengawali usahanya pada 2012 karena terinspirasi untuk menanam sayuran yang belum ada di sekitar Lembang, yaitu kacang edamame.

Awalnya ia merasa ragu dengan usaha ini karena produksi benih edamame masih dianggap tabu oleh masyarakat sehingga ia memutuskan untuk menyewa lahan seluas 2 hektar pada produksi awal dan pengenalan sayuran ini.

Setelah mendapatkan respon positif dari masyarakat, dia kemudian tak lagi menyewa lahan, namun mengimplementasikan sistem plasma, yaitu petani yang telah memiliki lahan dia beri benih yang selanjutnya jika telah panen akan dibeli kembali. Saat ini hasil panen dari bisnis edamame dengan total 11 pekerja ini telah di-supply ke berbagai daerah seperti Bandung, Depok, Cimahi, Tangerang, hingga Jakarta.

"Kami ingin berterima kasih kepada Hutama Karya atas pinjaman modal usaha melalui program kemitraannya kepada kami. Dimana hasil penyaluran bantuan modal usaha tersebut telah meningkatkan kapasitas produksi dan omzet kami hingga dua kali lipat. Semoga Hutama Karya dapat terus bersinergi memajukan UMKM di Indonesia," tutur Anto.

Sementara itu, Maredaca Home Industry awalnya mampu memproduksi 70 kg biji kopi per bulan. Pemilik Toko Kopi Maradeca ini mengatakan maradeca artinya merdeka, berasal dari bahasa Bugis. Di tahun 2012-2016, ia merupakan seorang petani yang menanam dan merawat tanaman kopi sendiri. Pada tahun 2017, ia masuk ke dunia bisnis dengan menjadi pebisnis ritel biji kopi. Selang dua tahun kemudian, ia memutuskan untuk membuka toko sendiri untuk mendistribusikan produk kopinya dengan produk utamanya adalah kopi bubuk.

Di tahun 2019 pula Maradeca Home Industry menjadi mitra binaan Hutama Karya. Saat itu, Evri mengaku ia kekurangan modal untuk mengembangkan usahanya.

"Sejak bergabung dengan klaster UMKM Binaan Hutama Karya yang ada di Bandung dan menerima modal kerja dari perusahaan, produksi kopi dan jangkauan pasar Maradeca mengalami peningkatan setidaknya 10% per bulan. Dengan begitu, hal ini meningkatkan omzet penjualan dari bisnis kami. Kami sangat berterima kasih kepada Hutama Karya," ujar Evri.

(ega/ega)