Analisis Pakar: Ada Rangkulan Jokowi di Balik Penghargaan Fahri-Fadli

Matius Alfons - detikNews
Selasa, 11 Agu 2020 07:00 WIB
Presiden Jokowi
Presiden Jokowi (Foto: Andhika Prasetia)

Kemudian Ujang juga menilai upaya yang dilakukan Jokowi ini sudah menunjukkan arah politik yang tidak sehat dengan jumlah oposisi yang sedikit. Selain tidak jalannya upaya check and balancing dari DPR, para kritikus juga satu per satu dirangkul oleh pemerintah sehingga suara para pengkritik pun tidak didengarkan lagi.

"Iya padahal tidak baik, hari ini kita saksikan demokrasi yang tidak sehat, tidak ada check and balancing, tidak ada kekuatan kontrol parlemen yang kuat terhadap eksekutif, karena apa? karena parlemennya ada di dalam genggaman koalisi pemerintah, bahkan katakanlah partai oposisi PKS pun tak berdaya apa-apa ketika berhadapan dengan kekuatan koalisi pemerintah itu, lalu juga ada pengkritisi atau kritikus di luar sana yang akhirnya tidak berdampak, kencang mengkritik tapi tidak ada dampaknya karena tidak ada kekuatan akhirnya diabaikan pemerintah, ini yang bahaya gitu," ungkap Ujang.

"Nggak sehat ini politik ini, karena itu kita insan media bersama-sama ingin bangun proses demokrasi yang sehat tadi, kalau Fadli Zon yang tadinya kritis, saya katakan gini, dulu itu bintangnya DPR itu Fadli Zon dan Fahri Hamzah, periode lalu gitu, tapi kan kita liat Fadli Zon digeser tidak jadi Waketum Gerindra lagi gitu, hari ini juga kadang kencang kadang tidak karena sudah dikondisikan agar tidak kencang mengkritik, udah tanda-tanda demokrasi tidak sehat, karena tidak ada bangunan kritik dari parlemen maupun dari publik gitu," sambungnya.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memberikan bintang tanda jasa kepada Fahri Hamzah dan Fadli Zon tahun ini. Namun ada tokoh lainnya yang mendapat tanda jasa.

"Dalam rangka HUT Proklamasi RI ke-75, 2020, Presiden RI akan memberikan bintang tanda jasa kepada beberapa tokoh dalam berbagai bidang. Fahri Hamzah dan Fadli Zon akan mendapat Bintang Mahaputra Nararya," tulis Menko Polhukam Mahfud Md lewat akun Twitter, Senin (10/8/2020).

Mahfud mengatakan penghargaan itu diberikan kepada mereka lantaran jasanya. Rakyat, lanjut Mahfud, mendapat manfaat dari perjuangan Fahri Hamzah dan Fadli Zon.

"Rakyat 'dianggap' mendapat manfaat atas perjuangan dan jasa mereka. Setiap menteri dan pimpinan lembaga negara yang purna tugas satu periode mendapat bintang tersebut," cuit Mahfud.


(maa/fjp)