Round-Up

Bintang Tanda Jasa dari Jokowi Bagi Duo Fadli-Fahri

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 11 Agu 2020 06:17 WIB
Rapat kordinasis tersebut dipimpin oleh  Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang didampingi Fadli Zon
Foto: Fahri Hamzah dan Fadli Zon (Lamhot Aritonang)
Jakarta -

Duo Fahri Hamzah dan Fadli Zon bakal mendapatkan bintang jasa dari Presiden Jokowi. Selama ini, keduanya kerap dikenal sebagai pengkritik Jokowi.

Seperti dikutip dari situs Setkab.go.id, Bintang Mahaputera merupakan penghargaan atas jasa-jasa yang luar biasa seorang tokoh di berbagai bidang yang bermanfaat bagi kemajuan, kesejahteraan, serta kemakmuran bangsa dan negara.

Bintang Mahaputera terdiri atas dua jenis, yakni Bintang Mahaputera Utama dan Bintang Mahaputera Nararya. Bintang Mahaputera Utama dan Nararya ini diberikan dalam rangkaian acara HUT Kemerdekaan RI.

Bintang Mahaputera Naraya ini juga pernah diberikan kepada sejumlah tokoh lain. Beberapa di antaranya pengusaha dan CEO Mayapada Group Dato Sri Prof Tahir, Wakil Ketua Komisi Yudisial periode 2013-2015 Abbas Said, hingga Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban periode 2008-2018 Abdul Haris Semendawai.

Pengumuman soal penghargaan ini mulanya disampaikan oleh Menko Polhukam Mahfud Md melalui akun Twitter-nya. Fadli dan Fahri akan mendapat penghargaan itu pada momen peringatan kemerdekaan RI 17 Agustus.

"Dalam rangka HUT Proklamasi RI ke 75, 2020, Presiden RI akan memberikan bintang tanda jasa kepada beberapa tokoh dalam berbagai bidang. Fahri Hamzah @Fahrihamzah dan Fadli Zon @fadlizon akan mendapat Bintang Mahaputra Nararya. Teruslah berjuang untuk kebaikan rakyat, bangsa, dan negara," kata Mahfud lewat akun @mohmahfudmd, Senin (10/8/2020).

Mahfud mengatakan penghargaan itu diberikan kepada mereka lantaran jasanya. Rakyat, lanjut Mahfud, mendapat manfaat dari perjuangan Fahri dan Fadli Zon.

"Rakyat "dianggap" mendapat manfaat atas perjuangan dan jasa mereka. Setiap menteri dan pimpinan lembaga negara yang purnatugas satu periode mendapat bintang tersebut," cuit Mahfud.

Fahri dan Fadli selama ini dikenal sebagai pengkritik pemerintahan Presiden Jokowi. Mereka kerap melontarkan kritik pedas terhadap Jokowi sejak mereka masih menjadi Wakil Ketua DPR periode 2014-2019.

Fadli Zon buka suara soal bintang jasa itu. Anggota DPR Komisi I ini menilai penghargaan itu merupakan sebuah kehormatan baginya.

"Ya tentu saya kira itu sebuah penghargaan dari negara ya, jadi bagi saya itu sebuah kehormatan," kata Fadli Zon saat dihubungi, Senin (10/8/2020).

Fadli Zon menyebut penghargaan Bintang Mahaputera Nararya itu terkait dengan purnatugasnya sebagai pimpinan DPR periode lalu. Dia menyebut penghargaan seperti ini pernah dilakukan sebelumnya.

"Saya kira apa pun yang datang dari negara, itu suatu kehormatan dan itu juga merupakan tradisi yang sudah dilakukan bertahun-tahun, yang saya tahu ya. Tentu kita menerima itu dengan sebagai sebuah kehormatan dari negara," kata Fadli Zon.

Meskipun mendapat penghargaan itu, Fadli berkomitmen untuk tetap mengkritik pemerintah. "Kalau saya sebagai anggota DPR, tugas yang dimandatkan konstitusi kan harus tetap mengawasi pemerintah dan menjalankan karena ini bagian dari demokrasi checks and balances. Jadi saya tetap akan berusaha kritis ya, sepanjang ada kebijakan-kebijakan yang kita rasakan kurang tepat," ucap Fadli Zon.

Tonton video 'Fadli Zon-Fahri Hamzah Akan Dapat Bintang Penghargaan dari Jokowi':

[Gambas:Video 20detik]



Sementara itu, Fahri Hamzah mulanya menjelaskan kalau dia pertama kali dapat kabar bakal diberi tanda jasa oleh Jokowi dari Setjen DPR RI. Fahri Hamzah menyebut bintang tanda jasa ini terkait dengan purnatugasnya sebagai pimpinan DPR.

"Dan dalam perspektif pemberitahuan DPR kepada kami bahwa itu pengusulannya karena melengkapi periode memimpin kelembagaan negara, yaitu DPR," kata Fahri Hamzah saat dikonfirmasi, Senin (10/8/2020).

Fahri Hamzah lantas bicara kiprahnya di dunia politik. Namun, dia menyebut informasi mengenai alasan lengkap dirinya bakal mendapat tanda jasa dari Jokowi ada di kesetjenan DPR.

"Sementara saya sendiri 15 tahun menjadi anggota DPR dan beberapa tahun menjadi anggota MPR dalam transisi dari Presiden Habibie kepada Presiden Abdurrahman Wahid," ucap Fahri.

"Jadi untuk informasi lebih lanjut teman-teman dipersilakan untuk menghubungi Sekjen DPR RI. Mudah mudahan ada informasi yang lebih banyak," imbuh dia.

(rdp/lir)