Soal Klaim Obat COVID-19 Hadi Pranoto, BPOM: Bio Nuswa Belum Diproduksi

Yulida Medistiara - detikNews
Senin, 10 Agu 2020 14:33 WIB
Hadi Pranoto menunjukkan ramuan herbal untuk antibodi COVID-19. Ramuan itu disebut mampu tingkatkan antibodi dalam mencegah penyebaran COVID-19.
Ini Ramuan Herbal yang Diklaim Hadi Pranoto (Arif Firmansyah/Antara Foto)
Jakarta -

BPOM angkat bicara mengenai klaim temuan 'obat Corona' oleh Hadi Pranoto yang menyebut produknya itu terdaftar di BPOM dengan nama Bio Nuswa. BPOM mengaku sudah mengkonfirmasi dengan PT Saraka Mandiri Semesta selaku perusahaan yang mendaftarkan Bio Nuswa ke BPOM terkait klaim tersebut.

"Kalau yang sedang viral terkait Bio Nuswa itu memang terdaftar di BPOM, diproduksi oleh Saraka Mandiri, kemudian hasil inspeksi kami ketika kami ke sana itu yang bersangkutan belum pernah memproduksi obatnya," kata Deputi bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik, BPOM, Mayagustina Andarini, dalam konferensi virtual bertajuk klaim obat COVID-19 YLKI bersama BPOM, Senin (10/8/2020).

BPOM mengatakan BPOM sudah mengkonfirmasi perusahaan tersebut terkait dugaan overclaim atau promosi berlebihan terkait khasiat suatu obat. Akan tetapi perusahaan itu menyatakan belum pernah memproduksi obat tersebut. BPOM menyatakan kini produk tersebut sedang diajukan pembatalannya karena ada adanya pencatutan itu.

"Kita konfirmasi kenapa Anda melakukan promosi berlebihan dia bilang saya belum pernah memproduksi, kalau gitu batalkan saja kalau produk Anda dicatut orang. Sudah diajukan pembatalannya dan sudah dibatalkan saat ini. Jadi sebetulnya Bio Nuswa yang dimaksud, Bio Nuswa mana kita juga bingung. Sebetulnya Bio Nuswa belum pernah memproduksi," ujar Maya.

Maya mengatakan sebenarnya jamu diperbolehkan jika khasiatnya hanya sebagai penambah imunitas tubuh. Akan tetapi jika sudah diklaim menjadi obat, maka harus diuji klinis.

"Kalau klaimnya COVID-19 ya berarti harus dilakukan uji klinis sampai uji fitofarmaka karena virus ini baru ketemu sekarang, dulu zaman nenek moyang kita nggak ada, kalau jamu (diklaim) membunuh COVID-19 itu pasti tidak akan pernah dikeluarkan oleh BPOM," sambungnya.

Sebelumnya diberitakan, kisruh temuan 'obat Corona' berlanjut pada klaim sepihak Hadi Pranoto yang menyebut produknya itu terdaftar di BPOM dengan nama Bio Nuswa. Klaim Hadi Pranoto itu pun dibantah PT Saraka Mandiri Semesta selaku perusahaan yang mendaftarkan Bio Nuswa ke BPOM.

PT Saraka Mandiri menyebut tidak pernah berdiskusi bahkan bertemu dengan Hadi Pranoto ataupun Anji. Karena itu, Hadi Pranoto dianggap mengklaim produk itu secara pribadi.

"Jadi saya tegaskan bahwa yang namanya Pak Hadi Pranoto atau Anji yang memviralkan ada temuan obat herbal segala macam untuk bisa menyembuhkan COVID-19, kami nyatakan kami belum pernah ketemu, belum pernah ada tatap muka, belum ada berdiskusi," kata Direktur Utama PT Saraka Mandiri Semesta, Gucci Andrianno, saat ditemui di kantornya, di Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Rabu (5/8).

Gucci menambahkan, Hadi Pranoto tidak memiliki jabatan struktural di perusahaan yang dikelolanya. Dia pun menegaskan Hadi melakukan klaim sepihak ke produk yang didaftarkannya ke BPOM.

"Dia (Hadi Pranoto) klaim sendiri (Bio Nuswa). Kami menyatakan bahwa kami belum pernah memproduksi atau tidak pernah, berarti tidak pernah itu tidak sama sekali memproduksi produk (Bio Kuswa) ini. Jadi itu aja pernyataan kami dan bisa menjadi pertimbangan informasi dari masyarakat," jelas Gucci.

PT Saraka Mandiri Semesta bahkan mengeluarkan keterangan resmi yang juga menyatakan bahwa produk Bio Nuswa yang izin edarnya dimiliki perusahaan tersebut berguna untuk memelihara daya tahan tubuh. Dengan demikian tidak ada klaim Bio Nuswa dapat menyembuhkan pasien Corona.

"Klaim untuk produk "BIO NUSWA" dengan Nomor lzin Edar POM TR 203636031 yang kami daftarkan yaitu "Membantu memelihara daya tahan tubuh" bukan menyembuhkan pasien yang terpapar virus Covid-19 seperti di beberapa pemberitaan belakangan ini," demikian pernyataan PT Saraka Mandiri Semesta.

(yld/hri)