Positif COVID-19, Wali Kota Banjarbaru Meninggal Dunia

Muhammad Risanta - detikNews
Senin, 10 Agu 2020 06:28 WIB
Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani (Dok Istimewa)
Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani (Dok Istimewa)

Ibnu Sina sendiri merasa kehilangan teman diskusi sekaligus sahabat yang sering diminta saran dirinya dalam aspek pemerintahan.Ibnu Sina sendiri dan Nadjmi, dua sosok kepala daerah yang dikenal akrab dan selalu duduk bersama di setiap acara-acara resmi, termasuk yang terakhhir kalinya acara Rapat Koordinasi Bersama Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, di Banjarmasin beberapa saat lalu.

"Chatting terakhir di WA tgl 7 Agt 2020 yg lalu Engkau berkabar Masih di ICU & masih sempat mengucap AamiinYRA. Selamat jalan Pak Walikota Nazmi Adhani. Hujan subuh di hari senin ini, 10 Agustus 2020 / 20 Dzulhijjah 1441 mengiringi dirimu menghadap Allah SWT. Dan itu cukup menjadi saksi bahwa pian urang baik.," ujar Ibnu Sina tak mampu menahan kesedihan.

Sementara berdasarkan keterangan rencananya pemakaman Walikota Banjarbaru dilakukan di Taman Makam Bahagia, Banjarbaru. Sebelumnya jam 7 pagi jenazah Wali Kota Banjarbaru, Nadjmi Adhani disalatkan di RSUD Ulin Banjarmasin, sebelum diberangkatkan ke peristirahatan terakhir.

Sebelumnya Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani dinyatakan positif COVID-19. Info ini tersebar dalam tayang video pendek yang dirilis Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru melalui bidang Humas dan Protokol, di media sosial, pada 27 Juli lalu.

Dalam rekaman video berdurasi satu menit, rekaman Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani yang memberitahukan kepada masyarakat bahwa dirinya terkonfirmasi positif COVID-19. Tak hanya itu Najdmi pun menyebutkan jika sang istri, Ririn Nadjmi Adhani ikut terjangkit COVID-19.

"Assalamualaikum , warga Banjarbaru yang ulun (saya dalam bahasa Banjar) sayangi. Hari ini ulun bersama ini berdasarkan hasil swab, terkonfirmasi COVID-19. Untuk itu ulun minta doa untuk kesembuhan kami, agar diberi kekuatan dan kemudahan dalam berobat bisa melewati ini dengan baik," kata Nadjmi Adhani berbicara menggunakan alat bantu pernapasan, pada 27 Juli lalu.


(dnu/dnu)