RS BUMN Bertambah, Estimasi Pendapatan Usaha Diprediksi Capai Rp 4,5 T

Angga Laraspati - detikNews
Minggu, 09 Agu 2020 13:25 WIB
Pertamina
Foto: Pertamina
Jakarta -

Pertamedika IHC melakukan penandatangan akta jual beli dengan tujuh BUMN pemilik tujuh PT Rumah Sakit BUMN. Penandatanganan akta jual beli ini merupakan tindak lanjut dari pengembangan rumah sakit BUMN secara bersama dalam grup Indonesia Healthcare Corporation (IHC).

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan pengembangan rumah sakit BUMN ini berpotensi untuk meningkatkan peran dalam ketahanan kesehatan nasional melalui 4 objektif strategis, yaitu, penyediaan layanan kesehatan berkualitas, peningkatan jaringan dan skala, pengembangan kapabilitas dan inovasi, serta integrasi dan kolaborasi ekosistem kesehatan nasional.

"Dengan semangat yang sama, yaitu memudahkan dan melayani masyarakat Indonesia, saya berpikir bahwa seharusnya seluruh RS milik BUMN dapat dikelola secara profesional dan transparan, dan dipimpin oleh orang yang memiliki expertise di bidang kesehatan," tutur Erick Thohir dalam keterangan tertulis, Minggu (9/8/2020).

"Ini semua sesuai dengan Value of Synergy and Value of Creation dan dapat menuju Go Global yang ditempuh dengan pertukaran tenaga medis ke luar negeri sebagai transfer knowledge," tambahnya.

Pembentukan holding rumah sakit BUMN yang memasuki fase 2 ini telah meningkatkan jumlah rumah sakit yang akan dikelola di dalam grup IHC dari 14 rumah sakit menjadi 35 rumah sakit. Secara konsolidasi, grup RS BUMN diestimasikan memiliki pendapatan usaha mencapai Rp 4,5 triliun dengan total aset mendekati Rp 5 triliun.

Dengan adanya penggabungan ini maka akan diterapkan standarisasi kualitas dan operasional layanan di seluruh jaringan rumah sakit BUMN. Tak hanya itu, integrasi rumah sakit BUMN ini akan meningkatkan fokus bisnis dan kualitas pelayanan kesehatan serta menjadikannya pemimpin pasar dalam bisnis rumah sakit di Indonesia.

"Saya harap Rumah Sakit BUMN dapat saling bekerja sama, membangun ekosistem kesehatan yang baik dengan Rumah Sakit-Rumah Sakit Swasta, Daerah, dan tentunya memprioritaskan produk-produk dalam negeri. Saya yakin, Insyaallah dengan adanya langkah-langkah peningkatan dan penguatan RS BUMN ini, dampak virus Corona terhadap Indonesia dapat kita lalui bersama," ujar Erick.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero) Emma Sri Martini memberikan apresiasinya terhadap progres pembentukan holding RS BUMN yang berjalan tepat waktu. Melalui konsolidasi ini harapan besar tentunya bertumpu pada Pertamedika IHC yang ke depannya akan menjadi leader dari Grup Rumah Sakit BUMN.

"Konsolidasi ini juga akan meningkatkan kinerja dan efisiensi Pertamedika IHC dari segi skala operasi yang semakin besar. Di fase 3 nanti harapannya adalah rebranding lewat hadirnya operatorship dengan wajah baru yang akan membawa best practice melalui service excellence dan improvisasi dari segi layanan," ungkap Emma.

Pada penandatangan fase ke 2 ini, Pertamedika IHC selaku holding rumah sakit BUMN akan menempati peringkat dua grup rumah sakit dengan jaringan terbesar di Indonesia dengan jumlah lebih dari 4500 tempat tidur. Direktur Utama Pertamedika IHC Fathema Djan Rachmat mengatakan fase 2 tersebut akan berlanjut ke fase 3 di mana Pertamedika akan menyatukan seluruh RS BUMN sehingga nantinya Pertamedika IHC akan mengelola sebanyak 70 rumah sakit dengan jumlah tempat tidur mencapai 6500.

Di sisi lain, dirinya menambahkan pembentukan jaringan rumah sakit ini merupakan strategi Pertamedika IHC untuk membangun kualitas layanan dan membangun efisiensi yang lebih baik, sehingga dapat berkontribusi dalam membangun ketahanan kesehatan nasional.

"Kami juga akan membangun digitalisasi teknologi layanan untuk industri 4.0 yang akan menjadi energi baru untuk Pertamedika IHC dalam menghadirkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dan tentunya menjadikan Pertamedika IHC mampu berkompetisi secara global," imbuhnya.

Kegiatan yang merupakan aksi korporasi ini merupakan bagian dari roadmap pembentukan Holding RS BUMN yang telah dimulai sejak tahun 2018 melalui pengambilalihan saham mayoritas Rumah Sakit Pelni. Sebelumnya, pada 30 Juni lalu Pertamedika IHC secara resmi mengambil alih saham 7 Rumah Sakit BUMN sebagai bentuk tindak lanjut dari rencana Menteri BUMN Erick Thohir untuk mengkonsolidasikan rumah sakit BUMN ke dalam holding.

Adapun 7 Perusahaan BUMN tersebut adalah PT Krakatau Steel (Persero) Tbk sebagai pemegang saham PT Krakatau Medika; PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) sebagai pemegang saham PT Rumah Sakit Pelabuhan; PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) sebagai pemegang saham PT Pelindo Husada Citra; PT Perkebunan Nusantara X sebagai pemegang saham PT Nusantara Medika Utama. Dalam menghadapi rangkaian proses aksi korporasi, Pertamedika IHC didampingi oleh PT Danareksa Sekuritas beserta konsultan pendukung lainnya.

Penandatangan akta jual beli fase 2 ini dilaksanakan di Synergy Lounge Kementerian BUMN, Jakarta Pusat. Acara tersebut dihadiri oleh Menteri BUMN Erick Thohir, Wakil Menteri BUMN I Budi Gunadi Sadikin, Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo, serta para Direktur BUMN.

Tonton video 'Erick Thohir Pede RS BUMN Bisa Tampung 10.000 Pasien Corona':

[Gambas:Video 20detik]



(mul/mpr)