Round-Up

Cerita Ahok soal Detik-detik Menegangkan di 411

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 09 Agu 2020 06:05 WIB
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meluncurkan buku Panggil Saya BTP di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta Selatan, Senin (17/2/2020).
Foto: Rifkianto Nugroho

Tak hanya itu, Ahok pun menceritakan lebih jauh kisahnya saat dirinya dipenjara akibat kasus penistaan agam pada tahun 2016 itu. Ahok bercerita soal respons anak-anaknya ketika ia dipenjara.

Saat demo terjadi, tiga anak tertua Ahok yakni Nicholas Purnama, Nathania Purnama, dan Daud Albeenner Purnama disebut biasa-biasa saja. Bahkan ketika sidang berjalan, tiga anak Ahok itu juga menurutnya tetap masih biasa. Ini lantaran Ahok sudah kerap didemo selama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

"Di rumah biasa-biasa aja. Nggak. Kita biasa aja, kita jalani aja," kata Ahok.

Dalam kasus itu, Ahok dihukum 2 tahun penjara dan menjalani masa tahanannya di Mako Brimob. Saat Ahok sudah dipenjaralah anak-anak Ahok baru merasakan kegelisahan. Bahkan anak perempuannya, Thania, sempat ingin pindah kewarganegaraan.

"Waktu baru masuk mereka agak marah, dan syok, dan stres. Anak cewek saya sempat berpikir mau pindah warga negara lah. Daud langsung jatuh, dia nangis. Jadi akhirnya bisa terima juga si Nicho. Cuma takut dibully kan, dia kuliah di UI kan," kisah Ahok.

"Sekolah Daud juga dia nggak dibully. Guru-gurunya baik, bilang 'papamu nggak salah, papamu is a hero'. Jadi anak-anak membangkitkan semangat dia. Bahwa papanya ini hero," lanjutnya.

Ahok pun mengaku mau tidak mau dirinya berdamai dengan keadaan. Bila tidak, hukuman yang ia jalani akan terasa lebih berat lagi.

"Kamu perlu dikurung baru kamu tahu. Lo nggak mau damai lo mati sendiri hehehe. Lo mati sendiri lo di dalam lo. Kamu kalau marah kan mikirin dia terus. Lebih baik kita kerjakan sesuatu yang baru kan. Membaca. Saya doa lah," kata Ahok.

Politikus PDIP ini mengaku belajar satu hal di dalam penjara. Menurut Ahok, pikiran positif menjadi sumber kekuatan dirinya selama berada di penjara.

"Jadi kalau kamu di dalam mesti pikirin semua yang baik-baik, yang manis-manis di dalam. Itu kalau nggak salah di Filipi 4:8. Semua yang manis, semua suci, semua yang benar, semua yang disebut kebajikan, semua yang layak dipuji, pikirkan semua itu," sebutnya.

"Kita mesti punya dunia sendiri. Apa yang dilakukan di dalam? Waktu. Astaga 24 jam itu sama kan detak jam itu. Satu jam itu lama lho. Lama jalannya. Lihat kalender di meja itu coretnya lamaaaa lewat seminggu," tambah Ahok.

Seperti diketahui Ahok bebas murni dari penjara pada 24 Januari 2019, setelah menjalani hukuman 1 tahun 8 bulan 15 hari karena mendapat remisi. Kasus penistaan agama yang menimbulkan pro kontra berawal saat Ahok berpidato di Pulau Pramuka pada 26 September 2016.

Halaman

(maa/aik)