Round-Up

Jejak Anita Kolopaking Pengacara Djoko Tjandra Berujung di Rutan Bareskrim

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 08 Agu 2020 21:05 WIB
Pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking (baju batik dan kerudung hitam) sebelum dijebloskan ke rutan Bareskrim.
Foto: Pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking (baju batik dan kerudung hitam) sebelum dijebloskan ke rutan Bareskrim. (Istimewa)
Jakarta -

Anita Dewi Kolopaking (ADK) selesai diperiksa sekira 19 jam sebagai tersangka karena berperan melicinkan pelarian kliennya, Djoko Tjandra. Anita kini dijebloskan ke Rutan Bareskrim.

Setelah sempat mangkir, Anita akhirnya memenuhi panggilan kedua Bareskrim pada Jumat 7 Agustus 2020. Anita diperiksa oleh penyidik Subdit 5 Dittipidum Bareskrim Polri sejak pukul 10.30 WIB hingga Sabtu 8 Agustus 2020 pukul 04.00 WIB dini hari

Dia dicecar 55 pertanyaan oleh penyidik seputar sepak terjangnya dalam kasus surat palsu Djoko Tjandra. Anita kemudian ditahan di Rutan Bareskrim.

Berikut Jejak Anita Kolopaking Pengacara Djoko Tjandra hingga Ditahan di Rutan Bareskrim:

Berstatus Tersangka

Anita Kolopaking dijadikan tersangka karena dinilai berperan melicinkan pelarian Djoko Tjandra. Anita juga dinilai telah menggunakan surat palsu atau memalsukan surat perjalanan bersama Djoko Tjandra.

"Pasal yang diterapkan Pasal 263 ayat 2 KUHP ya, yaitu barangsiapa dengan sengaja memakai surat palsu atau dipalsukan seolah-olah sejati jika di pemakaian surat itu dapat menimbulkan kerugian. Kemudian juga kita kenakan Pasal 223 KUHP, yaitu barangsiapa dengan melepas atau memberi pertolongan ketika meloloskan diri orang yang ditahan atas perintah penguasa umum, atas keputusan atau ketetapan hakim, pasal ini yang dipersangkakan," jelas Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (30/7/2020).

Tonton juga 'Pengacara Djoko Tjandra Ditahan di Rutan Bareskrim':

[Gambas:Video 20detik]

Penetapan Anita sebagai tersangka berdasarkan beberapa alat bukti yakni alat bukti dokumen serta keterangan dari 23 saksi. Argo menjelaskan penyidik Bareskrim telah memeriksa 20 saksi di Jakarta dan 3 saksi di Pontianak, Kalimantan Barat, terkait kasus ini.

"Penyidik sudah memeriksa sekitar 23 saksi. (Sebanyak) 20 saksi itu ada di Jakarta dan kemudian 3 saksi ada di Pontianak, Kalimantan Barat. Kemudian kita juga ada barang bukti yang sudah kita amankan, yaitu surat jalan, surat bebas COVID, surat rekomendasi kesehatan yang semuanya adalah atas nama JST (Joko Soegiarto Tjandra) dan atas nama Anita," jelas Argo.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3