Rentetan Gempa M 5 hingga 5,5 Guncang Pulau Sumba NTT, Ini Analisis BMKG

Yogi Ernes - detikNews
Sabtu, 08 Agu 2020 19:07 WIB
Ilustrasi Gempa Bumi Umum
Ilustrasi gempa bumi Foto: Mindra Purnomo
Jakarta -

Rentetan gempa mengguncang wilayah Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) hari ini Sabtu 8 Agustus 2020. Analisis BMKG, gempa bumi ini merupakan jenis gempa bumi dangkal.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menjelaskan pada Sabtu 8 Agustus 2020 pukul 17:17:52 WIB, 17.23.32 WIB dan 17:45:51 WIB wilayah Pulau Sumba-NTT diguncang rentetan gempa tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa ini terjadi dengan selisih waktu 5 menit dan 28 menit dari gempa bumi pertama.

"Ketiga episenter tersebut berlokasi di laut pada arah Barat Daya Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, NTT pada kedalaman 10 km," jelas Rahmat dalam keterangan resmi BMKG, Sabtu (8/8/2020).

Rahmat mengatakan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya deformasi kerak benua di dasar laut. Hasil analisis mekanisme sumber ketiga gempa tersebut menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault).

Dampak gempa ini, guncangan dirasakan di daerah Tambolaka IV MMI (pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), Waingapu, Waikabubak III-IV MMI, Labuan Bajo, Bima, Dompu III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," ujarnya.

Rahmat menambahkan, ketiga kejadian gempa ini merupakan rangkaian gempa bumi susulan yang terjadi pada tanggal 5 Agustus 2020 yang lalu. Hingga tanggal 08 Agustus 2020 pukul 18.00 WIB sudah tercatat 112 kejadian gempa bumi susulan.

Dia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Meski demikian, masyarakat juga diminta tetap waspada.

"Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," ucapnya.

"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi," sambungnya.

Tonton juga 'Panduan Kesiapsiagaan dan Evakuasi Hadapi Bencana di Tengah Pandemi':

[Gambas:Video 20detik]

(hri/hri)