Viral Curhat Perempuan Diduga Diperkosa di Bintaro, Ini Kata Polisi

Yogi Ernes - detikNews
Sabtu, 08 Agu 2020 11:14 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono/detikcom
Tangerang Selatan -

Curhat seorang perempuan berinisial AF viral di media sosial. Dia mengaku menjadi korban penganiayaan dan pemerkosaan oleh seorang pria diduga berinisial RI di rumahnya di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, pada pertengahan Agustus 2019.

Kapolsek Pondok Aren AKP Riza Sativa mengaku telah mendengar terkait informasi yang viral itu. Namun, dia mengatakan hingga kini pihaknya belum menerima laporan polisi terkait dugaan pemerkosaan tersebut.

"Saya sudah cek, tapi belum ada laporan terkait hal tersebut. Kita juga sudah berusaha mengkonfirmasi setelah tahu informasi itu. Tapi untuk lebih lanjut akan kami konfirmasi lagi. Karena itu hanya melalui media sosial saja, tapi secara laporan ke kepolisian ke Polsek Pondok Aren belum ada sepertinya," ujar Riza ketika dihubungi detikcom, Sabtu (8/8/2020).

Riza juga mengetahui kabar bahwa korban telah membuat laporan ke kepolisian. Riza mengaku hingga kini masih mencari tahu ke kepolisian mana korban membuat laporan.

Namun, dia memastikan, jika korban bersedia membuat laporan lagi ke Polsek Pondok Aren, pihaknya siap mengawal kasus tersebut. Riza mengatakan pihaknya juga siap memberikan perlindungan kepada korban.

"Kami siap menerima laporan dari yang bersangkutan, kalau memang yang bersangkutan ingin membuat pengaduan ke Polsek (Pondok Aren). Terutama kan ada pengaduan perempuan dan anak," jelasnya.

Tonton juga 'Cabul! Ingin Pulang ke Rumah, Santriwati Ini Malah Diperkosa':

[Gambas:Video 20detik]

"Selain itu kan juga kita ada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Jadi yang bersangkutan bisa dilindungi oleh LPSK. Jadi kalau melaporkan sebagai korban takut atau bagaimana kita akan membantu untuk berkoordinasi dengan Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban gitu," sambung Riza.

Curhat korban pemerkosaan ini viral di media sosial. Di sebuah akun media sosial miliknya, AF menceritakan kronologi kejadian tersebut.

Kejadian itu bermula ketika dia sedang tidur pada pagi hari, tiba-tiba terbangun. Dalam kondisi belum sadar sepenuhnya tersebut, korban melihat ada seorang pria di dalam rumahnya.

Korban mencoba mengikuti pria tersebut. Namun, pelaku yang bersembunyi di pojok ruangan sisi rumah korban lantas memukul korban dengan sepotong besi hingga kepala korban berdarah dan hampir pingsan.

Pelaku yang juga memegang sebuah pisau kemudian mengancam dan memperkosa korban tersebut. Usai melakukan tindakan cabulnya tersebut, pelaku kemudian pergi dan masih sempat mengancam korban lewat media sosial beberapa hari berikutnya.

detikcom telah mencoba menghubungi korban. Namun hingga berita ini dimuat, korban belum membalas pesan dari detikcom.

(mei/hri)