Wacana Gage di Seluruh Jalan Dinilai Tak Efektif Batasi Pergerakan Warga DKI

Isal Mawardi - detikNews
Sabtu, 08 Agu 2020 07:47 WIB
Wacana sistem ganjil-genap di tol saat mudik (Ilustrasi: Mindra Purnomo/detikcom)
Ilustrasi (Foto: Mindra Purnomo/detikcom)
Jakarta -

Pakar Epidemiolog Pandu Riono menyebut wacana penerapan ganjil genap (gage) di seluruh ruas jalan di DKI Jakarta tidak bisa membatasi pergerakan warga. Pandu menilai warga DKI Jakarta sangat padat dan aktif.

"Itu ide yang bagus tapi nggak bisa dilakukan mengurangi gerak penduduk karena, Jakarta itu kota di mana penduduknya sangat aktif," kata Pandu ketika dihubungi, Jumat (7/8/2020).

Pandu menilai penduduk Indonesia memiliki ribuan akal untuk menghindari aturan ganjil genap. Salah satunya dengan menyiapkan dua plat nomor yang berbeda.

"Orang akan memanfaatkan kalau (tanggal) ganjil beli (plat nomor) yang ganjil kalau genap beli nomor genap," imbuh Pandu.

Disebut-sebut, Pemprov DKI juga merencanakan aturan ganjil genap ini berlaku 24 jam. Lagi-lagi Pandu pesimistis akan pengawasan peraturan itu.

"Ya kalau kebijakan sampai 24 jam, itu kan yang awasi siapa? nggak mungkin kan diawasi 24 jam," tutur Pandu.

"Jadi tujuannya mungkin nggak tercapai untuk membatasi gerak penduduk itu," ungkapnya.

Ia menyebut Pemprov DKI harusnya terus melakukan sosialisasi penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus Corona. Mulai dari pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan pihaknya saat ini terus melakukan evaluasi terkait aturan kebijakan ganjil-genap di masa PSBB transisi. Menurutnya, kebijakan ganjil-genap itu dilakukan untuk membatasi pergerakan masyarakat saat PSBB transisi.

"Jadi implementasi saat ini, sekali lagi, instrumen kebijakan Pemprov DKI Jakarta dalam rangka pengendalian pergerakan warga, karena sejak dihapuskannya SIKM tanggal 14 Juli, maka tidak ada lagi instrumen pengendalian pergerakan warga di Jakarta. Saat ini kewenangan yang utuh ada di kami terkait dengan pembatasan lalu lintas berupa sistem ganjil-genap," ujar Syafrin di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (7/8).

Tonton juga 'Kadishub DKI soal Ganjil-Genap: Volume Lalu Lintas Turun 4 Persen':

[Gambas:Video 20detik]

"Oleh sebab itu, jika dari hasil evaluasi ternyata pelaksanaan pembatasan lalin dengan pola ganjil-genap pada 25 ruas jalan waktunya dibagi dua periode waktu, di pagi hari, sore harinya jam 16.00-21.00 WIB hanya berlaku untuk kendaraan bermotor roda empat ini akan kami evaluasi," sambungnya.

Syafrin mengatakan pihaknya juga membuka opsi untuk memberlakukan ganjil-genap di seluruh ruas jalan Ibu Kota selama 24 jam. Menurutnya, hal itu juga sudah diatur dalam Pergub Nomor 51 Tahun 2020 tentang PSBB transisi.

"Bukan tidak mungkin pola ganjil-genap yang diatur dalam Pergub 51 Tahun 2020 tentang PSBB masa transisi ini bisa diterapkan. Apa itu? Itu adalah bisa diterapkan di seluruh ruas jalan, bisa diterapkan sepanjang hari, bisa juga diterapkan bagi seluruh kendaraan bermotor yang ada di jalan, tidak parsial yang ada sekarang kita terapkan," katanya.

(isa/eva)