Round-Up

Sekolah Tatap Muka Akhirnya Dibuka di 2 Zona

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 08 Agu 2020 07:04 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Jakarta -

Pemerintah memperluas kebijakan sekolah tatap muka di masa pandemi virus Corona (COVID-19). Selain di daerah zona hijau, sekolah di daerah zona kuning Corona kini diperbolehkan buka.

Keputusan pemerintah yang mengizinkan sekolah di zona kuning Corona dibuka ini disampaikan dalam konferensi pers yang disiarkan akun YouTube Kemendikbud, Jumat (5/8/2020). Ketua Satgas COVID-19, Doni Monardo, mengatakan sebelumnya sekolah tatap muka sudah digelar di daerah zona hijau.

"Nah, untuk daerah yang zona hijau, tidak ada kasus baru dan tidak terdampak, ini sudah dimulai kegiatan belajar-mengajar tatap muka secara langsung, tetapi menurut penjelasan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada waktu sebelumnya, maka kita bisa melihat tidak semua daerah yang telah diberi kesempatan untuk memulai kegiatan belajar tatap muka itu mau melakukannya," ujar Doni.

"Ini sudah menjadi kebijakan pemerintah pusat bahwa kesempatan diberikan kepada zona hijau. Namun keputusan melakukan kegiatan belajar tatap muka kembali kepada pengelola sekolah, yaitu para guru yang mana nanti dibimbing oleh kepala dinas pendidikan yang ada di daerah, termasuk partisipasi dari orang tua," sambung Doni.

Berdasarkan peta zonasi per 2 Agustus, ada 163 daerah yang termasuk dalam kategori zona kuning. Namun, kata Doni, kebijakan untuk membuka sekolah di zona kuning Corona dikembalikan kepada pemda setempat.

"Kalau kita lihat peta hari ini, per 2 Agustus 2020, ada 163 zona kuning, yang kiranya nanti ini akan bisa dilakukan kegiatan belajar tatap muka, tetapi sesuai dengan kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Bapak Menteri nanti bisa menjelaskan secara detail polanya hampir sama dengan zona hijau. Artinya, keputusan untuk memulai sekolah atau belajar tatap muka juga dikembalikan kepada daerah. Para bupati, para wali kota, dan gubernur, karena para pejabat itulah yang paling tahu situasi di daerah masing-masing," ujar dia.

Tonton juga 'Jelang KMB Tatap Muka di Subang, Para Guru di Tes Swab':

[Gambas:Video 20detik]

Sementara itu, Menko PMK Muhadjir Effendy mengungkap arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat kabinet pada 5 Agustus lalu. Jokowi, kata Muhadjir, menginginkan agar ada pelonggaran terkait kegiatan proses belajar-mengajar.

Jokowi, kata Muhadjir, menginginkan agar ada pelonggaran terkait kegiatan proses belajar-mengajar.

"Beliau memberikan arahan agar ada pelonggaran atau relaksasi di dalam proses kegiatan belajar-mengajar, untuk para siswa dengan banyak pertimbangan," ujar Muhadjir.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3