Polri Undang KPK Gelar Perkara Tipikor Surat Jalan Djoko Tjandra

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Jumat, 07 Agu 2020 20:42 WIB
Djoko Tjandra Dipindah dari Bareskrim ke Lapas Salemba
Djoko Tjandra dipindah dari Bareskrim ke Lapas Salemba. (Foto: dok. Divisi Humas Polri)
Jakarta -

Bareskrim Polri akan melakukan gelar perkara penetapan tersangka perkara tindak pidana korupsi (tipikor) terkait kasus surat jalan terpidana kasus cessie Bank Bali, Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra. Bareskrim turut mengundang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam agenda tersebut.

"Kemudian minggu depan kami akan melaksanakan gelar dalam rangka penetapan tersangka untuk kasus tipikor dengan mengundang rekan-rekan KPK untuk ikut langsung dalam proses pelaksanaan gelar perkara penetapan tersangka," kata Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (7/8/2020).

Sigit menjelaskan pihaknya telah menaikkan status dugaan tipikor terkait surat jalan Djoko Tjandra dari penyelidikan menjadi penyidikan. Setelah itu, para penyidik melakukan rapat koordinasi dan merasa pemeriksaan terhadap Djoko Tjandra cukup untuk sementara.

"Terkait Saudara Djoko Tjandra, beberapa hari kita telah melaksanakan pemeriksaan intensif. Kemarin kita sudah naikkan ke tahap penyidikan terkait masalah UU Tipikor. Dari rapat koordinasi yang baru saja kita laksanakan terkait dengan pemeriksaan Saudara Djoko Tjandra untuk sementara kami rasa sudah cukup," ungkap Sigit.

Diberitakan sebelumnya, Djoko Tjandra kini tidak lagi ditahan di Rutan Salemba Cabang Mabes Polri, Jakarta Selatan. Djoko Tjandra kini dipindahkan ke Lapas Salemba, Jakarta Pusat.

Seperti diketahui, Djoko Tjandra ditangkap berkat kerja sama police to police antara Polri dan Polisi Diraja Malaysia (PDRM). Djoko Tjandra ditangkap pada Kamis (30/7).

Setelah penangkapan, Djoko Tjandra langsung diterbangkan ke Tanah Air. Pesawat yang mengangkut Djoko Tjandra pun tiba di Bandara Halim Perdanakusuma menjelang tengah malam.

Penangkapan Djoko Tjandra dipimpin langsung oleh Komjen Sigit. Menko Polhukam Mahfud Md mengungkapkan rencana penangkapan Djoko Tjandra memang senyap. Hanya dirinya, Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kapolri Jenderal Idham Azis, dan Komjen Sigit yang mengetahui skenario penangkapan Djoko Tjandra.

(aud/aud)