Pimpin Sidang DK PBB, Menlu Bicara Komitmen RI Lawan Terorisme Saat Pendemi

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Jumat, 07 Agu 2020 14:48 WIB
Menlu Retno Marsudi memimpin sidang DK PBB
Foto: Menlu Retno Marsudi memimpin sidang DK PBB (dok. Kemlu)
Jakarta -

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi memimpin sidang Dewan Keamanan (DK) PBB 2020 secara virtual. Retno mengatakan sidang itu membahas soal keterkaitan antara kejahatan terorisme dan kejahatan terorganisir saat pandemi Corona.

Pertemuan dilakukan secara terbuka ini dihadiri oleh Direktur Eksekutif UN Office of Drugs and Crime (UNODC), Under Secretary General, United Nations Office of Counter-Terrorism (UNOTC), dan seluruh anggota DK PBB. Acara berlangsung pada Kamis (6/8) malam kemarin.

"Tadi malam sebagai presiden DK PBB bulan Agustus, saya memimpin Sidang DK secara virtual yang membahas keterkaitan antara penanggulangan terorisme dan kejahatan terorganisir," kata Retno dalam telekonferensi pada Jumat (7/8/2020).

Retno menjelaskan kejahatan terorisme dan kejahatan terorganisir merupakan sebuah fenomena baru yang menjadi ancaman bagi perdamaian dan keamanan internasional khususnya di masa pandemi COVID-19. Dia menekankan agar perang melawan pandemi Corona jangan sampai menyurutkan upaya dalam mengatasi ancaman terorisme.

"Dalam pernyataan nasional, Indonesia menekankan bahwa perang terhadap pandemi tidak boleh menyurutkan upaya kita dalam mengatasi ancaman terorisme," ujar Retno.

Menurut Retno, dalam resolusi DK PBB nomor 2532 terkait COVID-19 juga dituliskan agar semua pihak tidak menyerukan gencatan senjata terhadap ancaman terorisme. Dia mengatakan jangan sampai situasi pandemi saat ini menjadi kesempatan bagi kejahatan terorisme untuk memperkuat diri.

"Hal ini sejalan dengan resolusi DK PBB nomor 2532 terkait COVID-19 yang serukan gencatan senjata selama pandemi kecuali untuk memerangi terorisme. Kita tidak ingin melihat bahwa pandemi justru berikan 'kondisi kondusif' bagi terorisme untuk memperkuat diri," ujar Retno.

Selanjutnya
Halaman
1 2