KPK Cecar Nurhadi soal Vila Mewah di Megamendung

Yulida Medistiara - detikNews
Kamis, 06 Agu 2020 21:33 WIB
Eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi kembali diperiksa penyidik KPK. Nurhadi menjadi tersangka terkait suap dan gratifikasi penanganan perkara di MA.
Nurhadi Kembali Diperiksa KPK (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Penyidik KPK melakukan pemeriksaan eks Sekretaris MA Nurhadi sebagai tersangka terkait kasus kasus suap-gratifikasi Rp 46 miliar. KPK mendalami terkait salah satu aset Nurhadi yaitu vila mewah yang diduga milik Nurhadi.

"Nurhadi diperiksa sebagai tersangka, penyidik melanjutkan pemeriksaan dengan mengkonfirmasi dugaan kepemilikan barang-barang tersangka Nurhadi yang telah dilakukan penyitaan bertempat di sebuah vila berlokasi di kawasan Gadog, Megamendung, Bogor, Jawa Barat," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri, kepada wartawan, Kamis (6/8/2020).

Selain itu, KPK memeriksa pihak swasta Iwan Restiawan sebagai saksi untuk Nurhadi. KPK mencecar Iwan terkait dengan dugaan penggantian nama kepemilikan sebagian SHM sebuah vila berlokasi di kawasan Gadog, Megamendung, Bogor, Jawa Barat, dari Tin Zuraida (istri Nurhadi) kepada Sudirman.

Diketahui sebelumnya, KPK menggeledah vila milik tersangka kasus dugaan suap-gratifikasi Rp 46 miliar, Nurhadi di Bogor, Jawa Barat. KPK menemukan sejumlah kendaraan mewah yang diduga milik eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) itu.

"Saat melakukan penggeledahan sebuah vila di wilayah Ciawi, Bogor, tersebut penyidik KPK menemukan ada banyak motor mewah ada belasan dari berbagai merek. Saat ini masih berlangsung penggeledahannya ada beberapa motor mewah belasan jumlahnya, motor gede begitu ya dan kemudian ada 4 mobil mewah yang terparkir di gudang di sebuah vila yang diduga milik tersangka NH," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (9/3).

Ali mengatakan deretan kendaraan mewah itu ditemukan penyidik di dalam sebuah gudang di vila tersebut. Ali menduga deretan kendaraan itu berkaitan dengan perkara yang tengah menjerat Nurhadi tersebut.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Nurhadi bersama menantunya, Rezky Herbiyono, dan Direktur PT MIT Hiendra Soenjoto sebagai tersangka dalam kasus ini. Ketiganya dijerat sebagai tersangka kasus suap dan gratifikasi senilai Rp 46 miliar, terkait pengurusan sejumlah perkara di MA. Penerimaan tersebut terkait dengan perkara perdata PT MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) (Persero) pada 2010.

Kemudian, pada Senin (1/6) malam, KPK menangkap Nurhadi dan Rezky Herbiyono di sebuah rumah di kawasan Simprug, Jakarta Selatan. Nurhadi dan Rezky ditangkap KPK setelah menjadi buron selama hampir 4 bulan.

Kedua tersangka itu kini ditahan di Rutan KPK. Namun hingga kini Hiendra Soenjoto belum juga tertangkap.

(yld/dhn)