Bunuh Wanita di Apartemen Depok, Pelaku Ngaku Sempat Ajak Korban Nikah

Jehan Nurhakim - detikNews
Kamis, 06 Agu 2020 20:15 WIB
Pembunuh Wanita di Apartemen Depok Getok Kepala Korban Pakai Palu Karet
Polisi merilis penangkapan pembunuhan wanita di Apartemen Margonda Residence, Depok. (Jehan Nurhakim/detikcom)
Depok -

Faiq Maulana (37) mengaku punya hubungan asmara dengan korban pembunuhan, Astrid Oktaviani (36). Pelaku bahkan mengaku sempat hendak mengajak korban ke jenjang hubungan yang lebih serius, yakni menikah.

"Ada niat mau nikah. Trouble-nya masih di orang tua, kita sering ribut. Saya sudah bilang ke dia, 'Kamu urusin dari keluarga atau gimana?'. Biar bagaimanapun, dia mau nikah sama saya," kata Faiq di sela-sela jumpa pers yang digelar Polresta Depok di Mapolresta Depok, Jl Margonda Raya, Depok, Kamis (6/8/2020).

Pelaku mengatakan bertemu di Apartemen Margonda Residence ingin menyelesaikan masalahnya dengan korban. Pelaku merasa kesal karena, menurutnya, korban jalan dengan lelaki lain.

"Mau ngomongin soal hubungan kita, karena dia baru jalan dengan cowok yang baru," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolresta Depok Kombes Azis Ardiansyah menjelaskan motif pembunuhan tersebut. Azis menyebut pelaku membunuh korban karena terbakar api cemburu.

"Spontan saat itu melakukan kekerasan walaupun alat-alatnya memang sudah dipersiapkan sebelumnya. Artinya, sudah memiliki kejengkelan sangat lama kepada korban, sehingga timing tertentu dia segera mengeksekusi korban. Artinya, cemburu dan asmara," kata Kombes Azis.

Pembunuhan itu terjadi di Apartemen Margonda Residence, Jalan Margonda Raya, Depok, pada Selasa (4/8) malam. Diawali, pelaku menjemput korban di Stasiun Depok Baru dan mengajak korban ke Apartemen Margonda Residence.

Sesampainya di apartemen, pelaku mempertanyakan soal adanya lelaki lain dalam hubungan mereka. Namun korban disebut pelaku bersikap ngeyel hingga membuat pelaku kesal.

Pelaku lantas memukuli korban dengan palu karet yang sudah dia persiapkan sebelumnya. Korban sempat melakukan perlawanan, namun akhirnya tewas setelah dipukuli secara bertubi-tubi oleh pelaku.

Pelaku ditangkap di Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu (5/8). Saat ini pelaku ditahan di Polresta Depok dan dijerat Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan.

(mea/mea)