Jerat Tersangka untuk 2 Wakil Rakyat PDIP Gegara Kasus Penganiayaan

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 06 Agu 2020 10:23 WIB
Ilustrasi penganiayaan (dok detikcom)
Foto Ilustrasi Pengeroyokan (dok detikcom)
Medan -

Dua wakil rakyat dari PDIP di Sumatera Utara ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya sama-sama terjerat kasus dugaan penganiayaan.

Kasus pertama menjerat Anggota Fraksi PDIP DPRD Sumatera Utara, Kiki Handoko Sembiring. Kiki diduga menganiaya dua personel kepolisian di parkiran salah satu tempat hiburan malam di Medan.

Peristiwa itu diduga terjadi pada Minggu (19/7/2020) malam. Polisi mengamankan 17 orang, termasuk Kiki, terkait dugaan penganiayaan tersebut.

Setelah dilakukan pemeriksaan, polisi menetapkan 10 orang sebagai tersangka. Kiki merupakan salah satunya.

"Salah satu yang kita jadikan tersangka inisial KHS," kata Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko saat dimintai konfirmasi, Selasa (21/7).

Selain itu, Riko mengatakan ada tujuh dari 17 orang yang diamankan positif sabu. Empat di antaranya merupakan bagian dari orang-orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Kiki sendiri negatif narkoba.

"Dari tujuh orang itu, empat termasuk tersangka kemudian tiga orang kita serahkan ke Sat Narkoba untuk diproses," ucapnya.

PDIP pun telah buka suara terkait kasus ini. Ketua Fraksi PDIP DPRD Sumut, Mangapul Purba, mengatakan kasus yang menjerat Kiki adalah urusan pribadi. Partai, katanya, tak akan memberi bantuan hukum.

"Ketua DPP kan sudah mengeluarkan statement, kita taat akan perintah partai. Kita tidak mau kontra produktif dengan sikap-sikap DPP partai, Plt ketua DPD partai (Djarot Saiful Hidayat) dan kita tegak lurus. Itu karena urusan pribadi, karena itu tidak bantu, katanya. Kita ikut perintah partailah prinsipnya," ujar Ketua Fraksi PDIP DPRD Sumut, Mangapul Purba.

Mangapul pun mempersilakan Badan Kehormatan DPRD Sumut memproses Kiki. Dia berharap permasalahan yang terjadi cepat selesai.

"Kalau masalah itu ranahnya ke dewan kehormatan. Jadi nanti konfirmasi aja, kita persilakan juga dewan kehormatan bekerja sesuai tupoksi-nya. Kalau prinsipnya kita berharap masalah ini cepat selesai," kata Mangapul.

Ketua PDIP Sumut Djarot Saiful Hidayat menilai kasus yang menjerat Kiki ini merugikan partai. Dia menyebut partai tempatnya bernaung menjadi korban akibat ulah Kiki.

"Perbuatan yang bersangkutan ini melukai kita. Yang jadi korban itu bukan dia sebetulnya, tapi partai. Oleh karena itu, maka kita akan berikan sanksi tegas terhadap pelanggaran yang dilakukan. Karena PDIP tidak mentolerir tindakan-tindakan seperti itu, apalagi harusnya dia menjadi contoh bagi masyarakat, apalagi di masa pandemi COVID-19," ujar Djarot di kantor DPD PDIP Sumut, Kamis (23/7).

Tonton video 'Diduga Aniaya Anak, Kombes Rachmad Widodo Langgar Kode Etik':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2