Ada Peningkatan 6% Penumpang TransJ Saat Ganjil-Genap Diberlakukan

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Kamis, 06 Agu 2020 10:13 WIB
Demo buruh di kawasan Istana Negara membuat lalu lintas di area itu ditutup sementara. Penutupan itu membuat bus TransJakarta menumpuk di Halte Hayam Wuruk.
Foto ilustrasi bus TransJakarta. (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah kembali memberlakukan kebijakan ganjil-genap (gage). Polisi menyebut ada peningkatan jumlah penumpang ke moda TransJakarta.

"Tentu kalau untuk di sisi demand terhadap public transport, dari TransJakarta selama masa 3 hari sosialisasi gage ini memang ada kenaikan. Dari 313 ribu penumpang per hari, menjadi 360-an ribu. Kenaikannya 6%. Nah kenaikan 6% itu masih tertampung oleh kapasitas TransJakarta," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo di Bundaran Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (6/8/2020).

Sambodo mengatakan pihaknya akan terus mengawasi jumlah kenaikan jumlah penumpang ke kendaraan umum. Khususnya jumlah peralihan penumpang ke TransJakarta dan MRT.

"Nanti kita akan melihat kalau nanti ini mulai gage bener-bener dilakukan dengan penindakan, apakah kemudian shifting itu semakin besar. Perpindahan dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum. Kemudian apakah shifting ini tertampung tidak, oleh kapasitas angkutan umum yang ada, baik TransJakarta maupun MRT," ujar Sambodo.

Sambodo pun menegaskan kebijakan gage tidak bisa berdiri sendiri. Menurutnya, gage akan lebih efektif jika diikuti oleh kebijakan kantor yang melakukan shifting bagi karyawannya.

"Nah memang (gage) itu hanya dari jam 6 sampai jam 10. Itulah sebabnya kemarin saya mengatakan kebijakan ini tidak bisa sendirian. Kebijakan ini juga harus diikuti dengan shifting jam masuk pulang kantor," tuturnya.

"Bisa pembagiannya gage sesuai dengan kendaraan si karyawan, atau pembagiannya antara jam 6 sampai jam 10. Ada yang shift pertama masuk jam 6 misalnya pulang jam 3 sore, shift kedua dia masuk jam 10. Nah jam 10 itu setelah masa gage berlaku, pulangnya pukul 18. Kan itu bisa fleksibilitas daripada si perusahaan atau si kantor itu sendiri," sambung Sambodo.

Selain itu, Sambodo mengungkapkan kebijakan gage sangat efektif untuk mengurai kemacetan di DKI Jakarta. Menurutnya, penurunan angka kemacetan terjadi hingga 40%.

"Kalau kemacetan itu memang sangat efektif. Perkiraan kita itu bahkan sampai 40 sampai 42 persen angkanya. Kalau kita menghitung dari volume arus lalu lintas yang melewati 1 titik," ucap Sambodo.

Sebelumnya, kebijakan ganjil-genap telah diberlakukan kembali sejak Senin (3/8) kemarin. Kebijakan ganjil-genap itu masih bersifat sosialisasi yang berlangsung hingga 5 Agustus 2020, sementara denda tilang baru berlaku mulai 6 Agustus 2020. Tiga hari pertama ini, polisi akan memberlakukan teguran secara lisan.

"Untuk melaksanakan penindakan pelanggaran tersebut, maka kami sampaikan bahwa selama 3 hari ini kami akan melaksanakan sosialisasi terlebih dahulu, artinya Senin, Selasa, Rabu, kita belum akan melakukan penindakan dengan tilang, baik secara manual maupun secara e-TLE," kata Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo, Minggu (2/8).

Namun, polisi memutuskan memperpanjang masa sosialisasi kebijakan ganjil-genap hingga 7 Agustus 2020. Penilangan bagi pelanggar ganjil-genap diubah sehingga akan mulai berlaku per Senin, 10 Agustus 2020.

"Kami pihak kepolisian khususnya Ditlantas Polda Metro Jaya memperpanjang masa sosialisasi ini sampai dengan hari Minggu sebetulnya, walaupun kebijakan ganjil-genap ini kan hanya berlaku sampai hari Jumat. Tetapi kita sosialisasinya tetap sampai hari Minggu sehingga kita nanti akan mulai penindakan nanti hari senin tanggal 10 agustus 2020," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yugo di Bundaran Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (6/8).

Tonton video 'Antisipasi Lonjakan Penumpang saat Ganjil Genap, Armada TransJ Ditambah':

[Gambas:Video 20detik]



(elz/ear)