14 Gajah Liar di Riau Digiring dari Permukiman ke Kawasan Konservasi

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Rabu, 05 Agu 2020 22:16 WIB
Petugas gabungan menggiring 14 ekor gajah untuk keluar dari permukiman penduduk di Desa Semunari, Pinggir, Bengkalis (Dok. BBKSDA Riau)
Petugas gabungan menggiring 14 ekor gajah untuk keluar dari permukiman penduduk di Desa Semunari, Pinggir, Bengkalis. (Dok. BBKSDA Riau)
Pekanbaru -

Sebanyak 14 ekor gajah liar yang masuk ke permukiman penduduk di Kabupaten Bengkalis, Riau, telah digiring ke luar. Tim gabungan kini berusaha mengembalikan kelompok gajah liar ini ke kawasan konservasi.

Gajah liar ini sempat masuk ke permukiman penduduk di Desa Semunai, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, pada Selasa (4/8/2020). Setelah dihalau dari kawasan desa, kelompok gajah liar kini berada di perkebunan sawit PT ADEI.

"Posisi 14 ekor gajah liar ini masih berada perkebunan perusahaan. Tim gabungan terus berusaha menghalau dari lokasi tersebut untuk digiring ke kawasan konservasi Giam Siak Kecil (GSK)," kata Kepala Bidang Wilayah II Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Heru Sutmantoro kepada wartawan, Rabu (5/8/2020).

Heru menjelaskan, penghalauan gajah ini dilakukan tim gabungan bersama aktivis lingkungan, Polsek Pinggir, Tim Manggala Agni, dan masyarakat setempat.

Kelompok gajah liar ini, sambungnya, berasal dari kelompok gajah di GSK. Kawanan gajah ini setiap tahunnya akan melintasi teritorinya atau wilayah jelajahnya di setiap periode tertentu.

Petugas gabungan menggiring 14 ekor gajah untuk keluar dari permukiman penduduk di Desa Semunari, Pinggir, Bengkalis (Dok. BBKSDA Riau)Petugas gabungan menggiring 14 ekor gajah untuk keluar dari permukiman penduduk di Desa Semunari, Pinggir, Bengkalis. (Dok. BBKSDA Riau)

"Hal yang wajar terjadi pada periode tertentu setiap tahunnya satwa liar termasuk gajah keluar (keluar dari kawasan konservasi) melintasi wilayah jelajahnya," kata Heru.

"BBKSDA Riau akan terus memantau pergerakan (kelompok gajah 14) agar jangan ada permasalahan dengan masyarakat dan dengan perkebunan yang ada di sana," tutup Heru.

Diketahui, belasan gajah ini sempat masuk permukiman warga Desa Semunai kemarin pagi. Kehadiran gajah ini menjadi tontonan masyarakat setempat. Walau demikian, warga desa tidak mengganggu kawasan gajah liar tersebut.

Sore harinya, tim gabungan mengusir kawanan gajah dengan membunyikan petasan. Suara petasan akhirnya membuat kawanan gajah liar ini meninggalkan permukiman penduduk. Gajah diarahkan ke perkebunan sawit perusahaan.

Untuk sekadar diketahui, kehidupan satwa liar di Riau kini keadaannya terus terjepit karena minimnya habitat mereka. Diperkirakan 90 persen kehidupan satwa liar berada di luar kawasan konservasi. Kondisi tersebut tentunya mengancam kelangsungan hidup satwa liar endemik di Riau, seperti, harimau, gajah, beruang, dan kucing hutan.

(cha/jbr)