Usut Dugaan Korupsi APD di Dinkes Sulsel, Polisi Datangi RSUP Wahidin

Hermawan Mappiwali - detikNews
Rabu, 05 Agu 2020 19:17 WIB
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Agus Heru
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Agus Heru. (Foto: Hermawan/detikcom)
Makassar -

Polisi tengah menyelidiki kasus dugaan korupsi alat pelindung diri (APD) di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulawesi Selatan (Sulsel). Penyelidikan polisi bermula saat menerima aduan bahwa hibah 4.000 APD dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI ke RSUP Wahidin Sudirohusodo, tidak disalurkan secara penuh oleh Dinkes Sulsel.

"Informasi dari masyarakat bahwa itu dana atau barang yang dihibah APD sebanyak 4 ribu, ternyata hanya 1.000 (yang disalurkan), itu awalnya," ucap Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Agus Heru kepada wartawan, Rabu (5/8/2020).

Belakangan informasi tersebut belum terbukti saat polisi turun melakukan pengecekan lapangan ke RSUP Wahidin Sudirohusodo selaku pihak penerima hibah APD. Kepada polisi, RSUP Wahidin mengonfirmasi justru pihaknya telah menerima APD dari Dinkes Sulsel lebih dari 4.000 APD.

"Tapi setelah kami cek langsung di rumah sakit Wahidin, mulai dari bulan 3 dia terima APD. Menurut pihak Wahidin tak ada masalah karena menurutnya dia terima apa yang dikasih (diberi), kalau dihitung-hitung 4 ribu lebih," ucap Agus.

Hanya saja, lanjut Agus, penyaluran APD dari Kemenkes RI oleh Dinkes Sulsel ke RSUP Wahidin Sudirohusodo tersebut berlangsung secara bertahap alias tidak sekaligus diberikan.

"Memang penyalurannya secara bertahap," katanya.

Dia mengatakan, pengecekan di lapangan mengungkap bahwa sebenarnya pihak RSUP Wahidin Sudirohusodo awalnya menerima 5 APD pada Maret 2020. Penerimaan APD itu terus terjadi secara bertahap yakni sebanyak 20 kali.

"Terakhir mereka terima APD pada 13 Juli Juli 2020," terang Agus.

Kendati belum menemukan kejanggalan di lapangan, lanjut Agus, pihaknya akan terus mendalami dugaan korupsi tersebut.

"Cuman kami tetap mendalami lagi info dari masyarakat," ungkap Agus.

Diberitakan sebelumnya, pengusutan dugaan korupsi di lingkup Dinkes Sulsel berjalan seiringan dengan penyelidikan terhadap kasus kebakaran di kantor Dinkes Sulsel beberapa waktu lalu. Namun meski seiringan, polisi menyebut hingga kini belum menemukan adanya hubungan antara dugaan kasus korupsi APD dan peristiwa kebakaran tersebut.

"Info dari masyarakat yang kami dapat tentang itu (APD) makanya kami langsung menelusuri dan tidak ada kaitannya kebakaran dan APD. Kami hanya menelusuri soal APD dan ini masih proses berjalan," katanya.

Tonton video 'Polisi Ciduk Sindikat Penipuan Penjual APD Internasional':

[Gambas:Video 20detik]



(idn/idn)