Diduga Dipukul Oknum Polisi Saat Jadi Saksi, Sarpan Lapor Kompolnas

Ahmad Arfah Fansuri - detikNews
Rabu, 05 Agu 2020 18:46 WIB
Sarpan (tengah) setelah dimintai keterangan oleh Bidang Propam Polda Sumut (dok. Istimewa)
Sarpan (tengah) setelah dimintai keterangan oleh Bidang Propam Polda Sumut. (Foto: Istimewa)
Medan -

Sarpan, saksi yang diduga dipukul oknum polisi di sel Polsek Percut Sei Tuan, membuat laporan ke Kompolnas. Laporan itu, menurutnya, sudah diregistrasi pihak Kompolnas.

"Semalam pengiriman surat ke Kompolnas, sudah teregistrasi," ucap Sarpan saat ditemui di Medan, Rabu (5/8/2020).

Sarpan berharap kasus yang menimpanya ini diselesaikan. Dia juga berharap ada ganti rugi yang dari perlakuan yang diterimanya.

"Harapannya diungkap terus soal pemukulan saya. Iya lah (berharap adanya ganti rugi), ini saya nggak kerja lagi. Masih sakit," katanya.

Sarpan kemudian bercerita soal pemukulan yang dialaminya. Selain dipukul, Sarpan mengaku disetrum.

"Setengah 6 pagi lah itu, disetrum kanitnya itu. Tangan digari (diborgol), ini saya (menunjuk leher) disetrum," jelasnya.

Akibat pemukulan itu, Sarpan mengatakan dirinya mengalami luka-luka. Bahkan, sambung Sarpan, alat kelaminnya mengalami gangguan.

"Kemaluan sudah nggak berfungsi. Akibat dari perut ini dipijak-pijak," jelas Sarpan.

Sebelumnya, Sarpan diduga dipukul saat berada dalam tahanan Polsek Percut Sei Tuan. Polda Sumatera Utara (Sumut) pun melakukan penyelidikan kenapa Sarpan bisa masuk tahanan.

"Sudah dalam proses penyelidikan Bid Propam Polda Sumatera Utara. Laporannya diambil alih Polda," kata Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan saat dimintai konfirmasi, Rabu (8/7).

Akibat kejadian ini, Kapolsek Percut Sei Tuan saat itu, Kompol Otniel Siahaan, dicopot.

"Kapolsek sudah diserahterimakan," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja, Kamis (9/7).

(aud/aud)