Beredar Surat Penggantian Jamintel, Jampidum dan Jamwas, Ini Kata Kejagung

Yulida Medistiara - detikNews
Rabu, 05 Agu 2020 17:34 WIB
Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Hari Setiyono. ( Farih Maulana Sidik/detikcom)
Foto: Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Hari Setiyono. ( Farih Maulana Sidik/detikcom)
Jakarta -

Beredar Keputusan Presiden (Kepres) penggantian Jaksa Agung Muda bidang Intelijen (Jamintel), Jaksa Agung Muda bidang Pidana Umum (Jampidum), Jaksa Agung Muda bidang Pengawasan (Jamwas) di lingkungan Kejaksaan Agung. Salah satu yang disorot adalah penggantian Jamintel Jan Maringka.

"Tunggu dulu Kepres-nya betul atau tidak, kemarin itu kan yang menyebar halaman 2 ya. Nah tanggalnya berapa, nomor berapa kan nggak di sebut," kata Kapuspenkum Kejagung, Hari Setiyono, saat dikonfirmasi, Rabu (5/8/2020).

Hari menyebut sebentar lagi pihaknya akan merilis tanggapan terkait beredarnya kabar penggantian pejabat eselon I di lingkungan Kejagung. Ia mengaku masih harus mengecek ke pihak Istana karena merupakan penunjukan langsung melalui Kepres.

"Itu Kepres, kami belum tahu," ujarnya.

Dalam informasi yang beredar Jamintel Jan Maringka digeser menjadi Staf Ahli bidang Perdata dan Tata usaha Negara Kejagung. Sementara menggantikan posisi Jan Maringka menjabat Jamintel adalah Sunarta yang sebelumnya menjabat sebagai Jampidum.

Sementara itu menggantikan Sunarta sebagai Jampidum adalah Fadil Zumhana. Selain itu posisi Jamwas juga diganti dari sebelumnya dijabat M Yusni, kini dijabat oleh Amir Yanto.

Dalam Kepres tersebut belum diketahui alasan mengapa Jan Maringka digeser dari posisinya sebagai Jamintel. Belum lama ini, Kejagung melakukan pencopotan terhadap jaksa Pinangki Sinar Malasari dari jabatannya karena diduga melakukan pelanggaran terkait foto pertemuannya dengan Djoko Tjandra dan pengacaranya.

Nama Pinangki yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan ini awalnya mencuat setelah fotonya yang viral beredar di media sosial bersama Djoko Tjandra dan Anita Kolopaking, yang merupakan pengacara Djoko Tjandra.

Tonton video 'Kejagung Tepis Istilah Penahanan Djoko Tjandra: Ini Eksekusi':

[Gambas:Video 20detik]



(yld/fjp)