Cerita Ahok Disangka Gendeng Gegara Pilih Pilgub DKI Dibanding Babel

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 05 Agu 2020 17:27 WIB
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meluncurkan buku Panggil Saya BTP di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta Selatan, Senin (17/2/2020).
Basuki Tjahja Purnama (Ahok) (Rifkianto Nugroho/detikcom)

Ahok mengatakan ada tiga hal yang dia hadapi saat memutuskan maju pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Pertama tentang visi yang dia miliki, kedua pandangan dari rekannya yang saat itu masih menjadi anggota Partai Gokar, ketiga adalah mempertimbangkan untung dan rugi penjadi pemimpin.

"Saya ada alat ukur bagi saya, ketika mendapatkan visi sesuatu saya bertanya iya apa tidak? Pertama biasanya tidak masuk akal, kalau visi sesuatu yang luar biasa, kedua kalau saya cerita sama orang, memalukan, diketawain orang lah. 'Lu gila apa?' teman-teman partai saya Golkar 'Ngaca lu, Hok, ngaca lu, bagaimana jadi Gubernur DKI' itu melakukan kalau saya cerita. Yang ketiga menakutkan, merugikan saya," katanya.

Ahok kemudian merasa bisa melewati tiga hal tersebut. Dia mengatakan ikut pemilihan umum itu adalah kehendak Tuhan.

"Saya tahu ni kalau tiga ini terpenuhi unsur itu bukan keinginan pribadi saya, ini ada satu rencana Tuhan dalam hidup saya, lalu ada satu yang lebih penting dari itu semua adalah apakah semua yang saya inginkan ketika saya laksanakan ini akan melanggar 10 hukum Allah. Apa 10 hukum Allah, itu tadi," jelasnya.

Ahok diketahui pernah dua kali mengikuti Pilkada DKI Jakarta. Pertama pada 2012 menjadi calon Wakil Gubernur, kedua pada 2017 sebagai calon Gubernur.

Halaman

(lir/imk)