Cegah Resesi, Wakil Ketua MPR Minta Pemerintah Gerakkan Konsumsi

Angga Laraspati - detikNews
Selasa, 04 Agu 2020 19:30 WIB
Lestari Moerdijat
Foto: Dok. MPR RI
Jakarta -

Sejumlah pakar ekonomi memperkirakan resesi ekonomi sudah di depan mata. Untuk itu, Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat (Rerie) mendorong pemerintah mengambil langkah yang tepat dalam menghadapi ancaman resesi ekonomi di tengah pandemi COVID-19.

"Bagaimana resesi ekonomi bisa diatasi, sangat bergantung pada ketepatan langkah yang diambil pemerintah," tutur Rerie dalam keterangannya, Selasa (4/8/2020).

Menurut Legislator Partai NasDem itu, sejumlah program untuk mengantisipasi resesi ekonomi sebagai dampak COVID-19, seperti upaya memperkuat daya beli dan konsumsi masyarakat lewat program bantuan langsung tunai (BLT), bantuan modal kepada UMKM dan sejumlah program bantuan lainnya, sudah disiapkan pemerintah.

"Pemerintah perlu terus menggerakkan konsumsi untuk menghindarkan Indonesia dari resesi yang lebih dalam," ungkap Rerie.

Salah satu stimulus untuk menggerakkan konsumsi, tambahnya, dengan memberikan bantuan langsung tunai kepada kelompok masyarakat yang tergolong rentan.

Berdasarkan catatan sejumlah pakar ekonomi, Rerie mengungkapkan dalam dua kuartal di tahun 2020 menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami perlambatan. Kontraksi terjadi pada kuartal I 2020 di level 2,97%, terkoreksi tajam sebesar 2% jika dibandingkan dengan kuartal 4 tahun 2019.

Pada kuartal II 2020 pertumbuhan diprediksi minus 4,3%, dan pada kuartal III 2020, sejumlah pakar memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan kembali minus.

Lebih lanjut, Rerie menambahkan pemerintah harus mempercepat realisasi program pemulihan ekonomi nasional demi mengurangi dampak dari resesi. Terutama realisasi anggaran kesehatan, bantuan sosial, dan insentif untuk UMKM.

Secara umum, Rerie menambahkan, masyarakat diminta berhemat, sebab tidak ada yang mengetahui akan berlangsung sampai kapan jika resesi terjadi.

"Kurangi belanja yang tidak sesuai kebutuhan dan fokus pada pangan serta kebutuhan kesehatan di masa pandemi ini. Jadi jangan ikut gaya hidup yang boros," ujarnya.

Sementara itu, Rerie menegaskan jumlah positif COVID-19 secara nasional saat ini terus bertambah. Satuan Tugas Penanganan COVID-19 per 4 Agustus mencatat penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia 1.922 orang, sehingga total positif COVID-19 menjadi 115.056 kasus.

Meski begitu, menurut Rerie, tingkat kepatuhan masyarakat mematuhi protokol kesehatan untuk memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak, saat ini sangat rendah.

"Upaya meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya protokol kesehatan dalam menghadapi wabah COVID-19 merupakan tantangan yang juga harus segera diatasi Pemerintah di tengah ancaman resesi ekonomi," pungkas Rerie.

(prf/ega)