Sekolah Tatap Muka Belum Diberlakukan di Makassar, Pj Walkot: Masih Berisiko

Ibnu Munsir - detikNews
Selasa, 04 Agu 2020 15:30 WIB
Pj Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin (Ibnu Munsir-detikcom).
Pj Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin (Ibnu Munsir/detikcom)
Makassar -

Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), belum memberlakukan sekolah tatap muka. Pj Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin menilai kondisi pandemi virus Corona (COVID-19) di Makassar masih berisiko bagi peserta didik.

"Ini masalahnya anak-anak kita tidak boleh didekatkan dengan risiko yang sangat berbahaya dengan mereka," kata Rudy di gedung DPRD Kota Makassar, Jalan AP Pettarani, Selasa (4/8/2020).

Rudy mengatakan pihaknya masih menunggu izin dan petunjuk dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk memberlakukan sekolah tatap muka. Memberlakukan sistem belajar tatap muka saat ini dinilai masih berisiko.

"Mereka masih sangat berisiko, belum terpikirkan untuk itu. (Pertimbangan utama) masih COVID tidak ada alasan lain, kita tunggu petunjuk dari Kementerian Pendidikan-Kebudayaan," imbuhnya.

Rudy menyebut izin dari Kemendikbud penting karena Pemerintah Pusat akan melakukan pencermatan lebih jauh sebelum memberikan izin pemerintah daerah untuk memberlakukan sekolah tatap muka.

"Pemerintah pusat melakukan pencermatan yang jauh lebih komprehensif lebih dalam lagi terkait dengan kepentingan bangsa dan negara terhadap anak-anak," tuturnya.

Diketahui, data terakhir dari Posko Induk Info COVID-19 Makassar, hingga Senin (3/8) pukul 23.59 Wita, total positif virus Corona (COVID-19) di Makassar sebanyak 5.670 orang. Sebanyak 3.799 orang atau 67% dari total positif dinyatakan sembuh dan 233 orang atau 4,1% meninggal dunia.

Hingga saat ini 1.638 orang masih menjalani perawatan dan isolasi mandiri karena positif COVID-19.

Tonton video 'Siswa di Cilegon Mulai Bersekolah Tatap Muka Hari Ini':

[Gambas:Video 20detik]



(nvl/nvl)