Klaim-klaim Antivirus Corona di RI: Empon-empon Hingga Racikan Hadi Pranoto

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 04 Agu 2020 14:42 WIB
Hadi Pranoto menunjukkan ramuan herbal untuk antibodi COVID-19. Ramuan itu disebut mampu tingkatkan antibodi dalam mencegah penyebaran COVID-19.
Hadi Pranoto dan ramuannya. (ANTARA FOTO/ARIF FIRMANSYAH)

6. Arak Bali

Gubernur Bali I Wayan Koster menyatakan arak Bali bisa menyembuhkan COVID-19. Supaya manjur, minuman beralkohol ini dicampur dengan jeruk purut dan minyak kayu putih.

"Itu (terapi arak-red) ternyata efektif sekali. Yang baru kena positif, dua hari dilakukan 'treatment' ini, pada hari ketiga negatif dan sembuh," kata Wayan Koster di sela peluncuran Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 15036 Tahun 2020 tentang Program Pasar Gotong Royong Krama Bali, di Kediaman Jayasabha, Denpasar, seperti dikutip dari CNNIndonesia.com dan Antara, Kamis, 23 Juli lalu.

Dia mengklaim tingkat kesembuhan terapi arak Bali ini mencapai 80% terutama untuk mereka yang tanpa gejala. Ada 19 sampel yang dicoba dan hasilnya sebanyak 15 pasien sembuh. Jumlah sampel kemudian terus ditingkatkan hingga mencapai ratusan.

"Jadi 80% sembuh. Saya tenang sekarang. Sekarang misalnya kena, dua hari lagi setelah di-treatment itu pada hari ketiga swab sembuh. Kami pulangkan," tutur Koster.

7. Antibodi Hadi Pranoto

Hadi Pranoto yang disebut penyanyi Anji sebagai dokter dan bergelar profesor itu menjadi bahan perbincangan lantaran mengklaim menemukan obat COVID-19. Dia menyebutnya sebagai antibodi.

"Antibodi ini bisa menyembuhkan dan juga bisa mencegah. Berbeda dengan vaksin. Kalau vaksin itu kan disuntikkan dan kalau ini diminum," ujar Hadi Pranoto dalam video YouTube di kanal milik Anji, dikutip detikcom, Minggu (2/8) kemarin.

Kemenristek menyebut racikan Hadi Pranoto itu sebagai Bio Nuswa, produk yang sama dengan yang diperkenalkan oleh Laksma Suradi. Produknya memang beredar di pasaran, dijual di toko online. Nomor BPOM yang dipasang di e-commerce merujuk ke Bio Nuswa dalam situs Cek Produk BPOM.

"Kemenristek/BRIN melalui Konsorsium Riset dan Inovasi Untuk Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (COVID-19) dalam hal ini tidak pernah memberikan dukungan uji klinis obat herbal produksi Bio Nuswa yang diakui oleh Hadi Pranoto telah diberikan kepada pasien di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet," kata Kemenristek dalam pernyataan resminya.

Menurut Kemenristek, setiap pelaksanaan uji klinis harus mendapatkan persetujuan pelaksanaan uji klinis seperti oleh BPOM dan ethical clearance yang dikeluarkan oleh Komisi Etik.

detikINET pun menghubungi Hadi Pranoto. Dia membenarkan kalau produknya adalah Bio Nuswa. Obat herbal ini pertama kali diperkenalkan oleh Laskma TNI Dr Suradi AS. Menurut Hadi, dia dan Suradi saling mengenal karena memang satu tim.

"Iya memang satu tim. Saya kepala risetnya, Pak Suradi salah satu timnya. Risetnya sudah lama, bukan cuma satu item saja. Kalau didaftarkannya baru 2020," kata Hadi kepada detikINET, Senin (3/8/2020) malam.

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengecam klaim Hadi Pranoto. IDI menegaskan klaim Hadi Pranoto itu membahayakan.

"Ya namanya pembohongan, kan penipuan masyarakat. Dan itu sangat berbahaya sekali. Kalau menyebar luas begitu gimana?" kata Wakil Ketua Umum PB IDI, dr. Slamet Budiarto, saat dihubungi, Minggu (2/8/).

Halaman

(dnu/tor)