Klaim-klaim Antivirus Corona di RI: Empon-empon Hingga Racikan Hadi Pranoto

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 04 Agu 2020 14:42 WIB
Hadi Pranoto menunjukkan ramuan herbal untuk antibodi COVID-19. Ramuan itu disebut mampu tingkatkan antibodi dalam mencegah penyebaran COVID-19.
Hadi Pranoto dan ramuannya. (ANTARA FOTO/ARIF FIRMANSYAH)

3. Obat Corona Temuan Unair

Unair menemukan lima senyawa obat Corona, berbahan kimia. Bakal calon obat itu disebut lebih kuat dari chloroquine dan avigan. Penemuan lima senyawa ini merupakan hasil riset dari Pusat Riset Rekayasa Molekul Hayati (Biom Unair), yaitu Prof Ni Nyoman Tri Puspaningsih.

"Saat ini kami (Unair) sudah memperoleh lima senyawa, yang menurut hasil riset kami Insyaallah lebih kuat ikatannya dibandingkan dengan chloroquine dan avigan untuk penanganan Covid-19," kata Rektor Unair Surabaya Prof M Nasih kepada wartawan di Gedung Rektorat, Rabu , 1 April silam.

Kabar terakhir, 8 Mei lalu, bakal calon obat Corona ini sudah melalui uji praklinis di Unair. Obat ini belum diproduksi massal.

4. Bio Nuswa dari Laksma Suradi

Perwira TNI Angkatan Laut (AL) bernama Laksma TNI Dr Suradi mengenalkan ramuan herbal yang diklaimnya ampuh membasmi virus Corona. Ramuan herbal ini diklaim Suradi merupakan hasil kerja keras ahli mikrobiologi Indonesia.

Di BPOM RI, ramuan Laksma Suradi bernama Bio Nuswa, bernomor registrasi TR203636031 dikeluarkan pada 14-4-2020. Namun perlu dicatat, BPOM RI tidak menyebutkan bahwa obat ini memiliki khasiat untuk menyembuhkan gejala virus Corona. Suradi sendiri menyatakan ini adalah ramuan herbal plus satu persen bahan rahasia. Suradi mengklaim, selama ini dirinya sudah menguji coba ramuan herbal ini untuk masyarakat yang dinyatakan positif terjangkit virus Corona, dan hasilnya mereka sembuh.

"Secara fisik, saya sendiri dan keluarga setelah mengonsumsi, saya ketemu orang positif pun saya salaman nggak akan nular. Sampai sekarang sehat," kata Dr Suradi yang juga pernah menjabat sebagai mantan Kabiro Umum Bakamla, Senin, 27 April.

Via Vallen, biduan dangdut kenamaan, mengaku keluarganya mendapat manfaat dari obat herbal Suradi. Menurut Via Vallen, ramuan itu menyembuhkan adiknya yang semula terinfeksi virus Corona.

Dr Suradi AS, S.Sos, S.T, MMDr Suradi AS, S.Sos, S.T, MM (ist)

5. Kalung Antivirus Corona

Kalung Antivirus Corona ini sempat bikin sensasi, bahkan pro-kontra. Kalung Antivirus Corona, begitulah tulisan yang tertera di sampul produknya, adalah karya Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian (Kementan).

Mentan Syahrul Yasin Limpo mengatakan pemakaian kalung antivirus ini bisa membunuh virus Corona. Bahan dasarnya adalah Eucalyptus atau sejenis kayu putih.

"Ini sudah dicoba. Jadi ini bisa membunuh, kalau kontak 15 menit dia bisa membunuh 42% dari Corona. Kalau dia 30 menit maka dia bisa 80%. Ini ada roll-nya. Kalau kita kena iris pisau, berdarah, kasih ini bisa tertutup lukanya," terang Syahrul di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat, 3 Juli lalu.

Selain kalung, produk antivirus ini juga berupa minyal Eucalyptus yang dikemas dalam bentuk roll on, balsem, dan diffuser oil. Belakangan, Kementan membantah bahwa produk-produk ini adalah Antivirus Corona, meski tulisan di kemasannya berbunyi demikian. Ini adalah jamu saja.

"Ini antivirus tulisan ini karena protoype saja. Tapi ini kita akan menuju ke sana. Jadi ini penyemangat teman-teman peneliti kita, bahwa kita akan menuju ke sana," kata Kepala Balitbangtan Kementan, Fadjry Djufry, Senin (7/7) lalu.

Jajaran Kementerian Pertanian mengikuti rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI. Dalam kesempatan itu Mentan Syahrul Yasin Limpo memakai kalung 'antivirus' Corona.Jajaran Kementerian Pertanian mengikuti rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI. Dalam kesempatan itu Mentan Syahrul Yasin Limpo memakai kalung 'antivirus' Corona. Foto: Vadhia Lidyana

Selanjutnya
Halaman
1 2 3