Kasus Suap-Gratifikasi Nurhadi, KPK Panggil 2 Hakim Agung

Ibnu Hariyanto - detikNews
Selasa, 04 Agu 2020 11:58 WIB
Gedung KPK
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

KPK memanggil dua hakim agung perdata, Panji Widagdo dan Sudrajad Dimyati terkait kasus dugaan suap-gratifikasi Rp 46 miliar yang menjerat eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi. Kedua dipanggil untuk menjadi saksi tersangka Nurhadi.

"Dipanggil sebagai saksi untuk tersangka NHD (Nurhadi)," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (4/8/2020).

Kedua hakim agung itu, diketahui merupakan majelis hakim dalam sidang peninjauan kembali (PK) perkara perdata antara PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN). Perkara perdata antara PT MIT dan PT KBN itulah yang diduga awal kasus dugaan suap-gratifikasi Rp 46 miliar.

Selain itu, KPK juga memanggil adik ipar Nurhadi, Rahmat Santoso, seorang pengacara bernama Onggang, dosen bernama Syamsul Maarif dan dua pihak swasta Yoga Dwi Hartiar dan Calvin Pratama. Mereka juga bakal diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Nurhadi.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Nurhadi bersama menantunya, Rezky Herbiyono dan Direktur PT MIT, Hiendra Soenjoto sebagai tersangka dalam kasus ini. Ketiganya dijerat sebagai tersangka kasus suap dan gratifikasi senilai Rp 46 miliar, terkait pengurusan sejumlah perkara di MA. Penerimaan tersebut terkait perkara perdata PT MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) (Persero) pada 2010.

Kemudian, pada Senin (1/6) malam, KPK menangkap Nurhadi dan Rezky Herbiyono di sebuah rumah di kawasan Simprug, Jakarta Selatan. Nurhadi dan Rezky ditangkap KPK setelah menjadi buron selama hampir 4 bulan.

Kedua tersangka itu kini ditahan di Rutan KPK. Namun, hingga kini Hiendra Soenjoto belum juga tertangkap.

(ibh/dwia)