Round-Up

Sorotan Anggota Dewan Kala Ganjil Genap Lagi di Ibu Kota

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 04 Agu 2020 05:11 WIB
Lalu lintas Jl Gajah Mada, Jakarta Pusat, salah satu kawasan ganjil genap. (Jehan Nurhakim/detikcom)
Foto: Lalu lintas Jl Gajah Mada, Jakarta Pusat, salah satu kawasan ganjil genap. (Jehan Nurhakim/detikcom)

Polisi dan Pemprov DKI

Berdasarkan pemantauan Ditlantas Polda Metro, ada sejumlah pengendara yang melanggar di hari pertama penerapan kembali sistem ganjil genap.

"Iya masih ditemukan beberapa pelanggaran ganjil-genap pagi ini," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar saat dihubungi, Senin (3/8).

Ada 25 titik masuk ganjil-genap yang dijaga 127 personel kepolisian. Fahri menilai mayoritas masyarakat pagi ini tertib aturan ganjil-genap.

"Mayoritas pengendara pagi ini tertib," ucap Fahri.

Sementara itu, Kadishub DKI Syafrin Liputo mengklaim terjadi penurunan jumlah mobilitas kendaraan di hari pertama diberlakukan aturan ganjil genap di masa PSBB transisi. Meski demikian, Syafrin tidak menjelaskan secara perinci berapa jumlahnya.

"Iya ada (penurunan). Cuma angkanya sedang dihitung. Secara hitungan sedang dihitung. Tapi tadi saya keliling dari timur lalu ke selatan, itu terlihat volume lalin cukup lancar," ujar Syafrin di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (3/8).

Sementara itu, jumlah penumpang, khususnya di TransJakarta, disebut tidak mengalami peningkatan yang signifikan di hari pertama kebijakan gage. Menurut Syafrin, jumlah penumpang TransJakarta pukul 05.00-09.00 WIB berjumlah 91.450 orang. Sementara pada jam yang sama di hari Senin pekan lalu berjumlah 91.300 orang.

"Pantauan cenderung di angkutan umum tidak ada kenaikan yang signifikan. Karena, berdasarkan data yang kami dapatkan pada pagi hari, Senin lalu jumlah penumpang TransJakarta dari jam 5 pagi sampai jam 9 itu 91.300. Nah, hari ini di periode yang sama angkanya 91.450 sekian, artinya angkanya naik sedikit walaupun kami sudah menyiapkan antisipasi dengan penyediaan tambahan 25 persen jumlah bus yang sebelumnya beroperasi di 10 koridor TransJakarta. Artinya, jumlah bus memadai," katanya.

Halaman

(knv/isa)