Round-Up

Sorotan Anggota Dewan Kala Ganjil Genap Lagi di Ibu Kota

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 04 Agu 2020 05:11 WIB
Lalu lintas Jl Gajah Mada, Jakarta Pusat, salah satu kawasan ganjil genap. (Jehan Nurhakim/detikcom)
Foto: Lalu lintas Jl Gajah Mada, Jakarta Pusat, salah satu kawasan ganjil genap. (Jehan Nurhakim/detikcom)

Beragam tanggapan pun muncul atas kebijakan sistem ganjil genap tersebut. Berikut ini selengkapnya:

Partai Golkar

Salah satu sorotan terhadap kebijakan ganjil genap datang dari Partai Golkar. Ketua Fraksi Partai Golkar DKI Jakarta Basri Baco mengingatkan Gubernur DKI Anies Baswedan untuk berhati-hati dalam mengeluarkan kebijakan agar tidak mengulangi kesalahan saat membatasi kendaraan umum beberapa bulan lalu.

"Bisa terjadi Anies mengulangi kesalahan yang sama terkait dulu membatasi TransJakarta dan kereta tanpa memikirkan, mengeluarkan aturan bagi para karyawan dan pengusaha," kata Ketua Fraksi Partai Golkar DKI Jakarta Basri Baco saat dihubungi, Minggu (3/8).

Basro menyebut kebijakan ganjil-genap tidak efektif dan justru membuat terjadinya penumpukan di transportasi umum. Padahal, seharusnya hal itu yang dihindari.

"Nggak efektif menurut saya. Ganjil-genap itu akan memaksa orang untuk memakai transportasi umum sehingga kalau itu diterapkan maka bisa memberikan penumpukan orang atau penyebarannya lebih kuat di transportasi umum sedangkan yang mau kita hindari kan itu," jelas Basri.

"(Klaster transportasi umum) pasti akan terjadi, kalau menurut saya pasti akan terjadi kalau tidak diantisipasi," tambahnya.

Partai Demokrat

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD DKI Desi Kristiana Sari ikut mengomentari penerapan lagi kebijakan sistem ganjil genap. Dia mengkhawatirkan terjadinya kerumunan di moda transportasi umum.

"Saya lebih khawatir kerumunan di kereta, MRT, TransJakarta, halte. Yang saya takutkan justru di situ nanti ngumpulnya mereka. Apakah nanti Pemprov ada yang jaga untuk kerumunan itu atau tidak," kata Desi ketika dihubungi, Minggu (2/8).

Desi menyebut kebijakan ganjil-genap pasti tidak lepas dari protes masyarakat. Namun, dia mengatakan masyarakat akan cepat beradaptasi dengan kebijakan ini.

"Kalau yang protes ada ya, tapi setahu saya ini nggak lama juga ya kalau saya bilang, kan ini baru berapa bulan meniadakannya. Jadi saya rasa masyarakat cepat beradaptasi sih," ujar Desi.

"Cuma yang saya takutkan itu tadi akhirnya transportasi umum jadi ramai dan adanya kerumunan," tambahnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5