Round-Up

Bidikan Polisi Merambah Konten Lain Milik YouTuber Prank Sampah

Tim detikcom - detikNews
Senin, 03 Agu 2020 21:57 WIB
Video prank YouTuber prank memberi daging kurban yang ternyata berisi sampah (YouTube Edo putra Official)
Foto: Video prank YouTuber prank memberi daging kurban yang ternyata berisi sampah (YouTube Edo putra Official)
Palembang -

Polisi telah menyita akun Youtube Edo putra Official milik Edo Putra, pelaku prank 'daging kurban sampah' di Sumatera Selatan (Sumsel). Polisi mengatakan akan mempelajari ada atau tidaknya unsur pidana pada konten-konten lainnya di akun tersebut.

"Kami lihat semua, akunnya sudah kami sita. Bisa saja nanti berkembang terhadap konten yang lain yang mungkin ada unsur," tegas Kapolrestabes Palembang Kombes Anom Setyadji di Palembang, Senin (3/8/2020).

Edo Putra dan rekannya, Diky Firdaus kini resmi berstatus tersangka di Polrestabes Palembang. Keduanya dijerat Pasal 14 Ayat (1) dan (2) UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 27 ayat (1) jo Pasal 45 ayat 1 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas Perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

"Ancaman pidana penjara setinggi-tingginya 10 tahun," tegas Anom lagi.

Anom mengatakan Edo dan Diky Firdaus ditangkap pada Sabtu (1/8) pukul 19.00 WIB di Banyuasin. Video prank itu diunggah ke akun YouTube pada Jumat (31/7), bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha.

prank daging kurban isi sampahPelaku prank daging kurban isi sampah, Edo Putra (Foto: Youtube Edo Putra)

"Dari perkara ini, beberapa barang bukti sudah disita, HP alat untuk menyebarkan dan membuat kontennya, beberapa akun, baik e-mail, medsos, dan YouTube, pakaian yang digunakan tersangka pada saat membuat konten itu," ujarnya.

Anom menyesalkan sebagian masyarakat, termasuk kedua tersangka tak bijak menggunakan media sosial, di mana ingin terkenal dengan cara-cara tak terpuji.

Ini harus disesalkan, jadi ada sebagian masyarakat kita belum bijak menggunakan medsos dan cari keuntungan dengan cara prank untuk peroleh subscribers yang banyak, ini kami sesalkan dengan cara-cara kurang terpuji," ucap Anom.

Anom juga menjelaskan pelaku menyebut jika subscribernya mencapai 10 ribu, maka dirinya akan membuat konten video memakan bulu kemaluannya.

"Saat diterima serta dibuka ternyata kantong plastik itu berisi sampah. Dan di akhir video, pelaku menyebutkan 'apabila 10 ribu subscribers, saya makan j****t," terang Anom.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3