Pengacara Akan Yakinkan Hakim Terima Justice Collaborator Wahyu Setiawan

Dwi Andayani - detikNews
Senin, 03 Agu 2020 18:05 WIB
KPK memperpanjang masa penahanan Wahyu Setiawan dalam pemeriksaan kasus dugaan korupsi pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR periode 2019-2024.
Wahyu Setiawan (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Jaksa penuntut umum (JPU) menolak permintaan Wahyu Setiawan terkait justice collaborator (JC) dalam kasus suap terkait pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR Fraksi PDIP. Pengacara Wahyu, Fuad Abdullah mengatakan akan meyakinkan hakim untuk menerima JC mantan komisioner KPU itu.

"Saya kira kita meyakinkan sama majelis hakim bahwa itu diterima dan sangat relevan," ujar Fuad di PN Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (3/8/2020).

Fuad menilai Wahyu telah bersikap kooperatif selama pemeriksaan. Ia mengatakan Wahyu telah terbuka dan tidak menutupi fakta-fakta dalam kasus tersebut.

"Ya menurut kami sudah (memenuhi), karena dari awal terdakwa sudah menyampaikan apa yang sebenarnya, tidak ada yang ditutupi," kata Fuad.

Pengacara Wahyu Setiawan, Fuad AbdullahPengacara Wahyu Setiawan, Fuad Abdullah (Dwi Andayani/detikcom)

Jaksa sebelumnya menyebut Wahyu tidak kooperatif, dengan membantah dan menyatakan hanya bercanda terkait balasan mengenai uang suap yang diterima. Menanggapi hal tersebut, Fuad menyatakan apa yang disampaikan Wahyu telah sesuai dengan fakta.

"Kalau emang faktanya itu misalkan, ada yang bercanda. Kan nggak mungkin bercanda dikatakan serius, kan faktanya memang bercanda," tuturnya.

Diketahui, JPU menolak permintaan Wahyu Setiawan yang mengajukan diri sebagai JC. Jaksa menilai Wahyu tidak memenuhi persyaratan.

"Kami selaku penuntut umum menilai bahwa terdakwa I (Wahyu) tidak layak untuk dapat ditetapkan sebagai justice collaborator, karena yang bersangkutan tidak memenuhi persyaratan," ujar jaksa Takdir Suhan dalam sidang pembacaan tuntutan, hari ini.

Wahyu dinilai tidak memenuhi syarat karena terbukti sebagai pelaku utama penerima suap. Wahyu terbukti menerima suap dari Saiful Bahri terkait PAW Caleg DPR RI dan penerima suap terkait proses seleksi calon anggota KPU Provinsi Papua Barat.

Selain itu, Wahyu dinilai tidak terlalu bersikap kooperatif selama pemeriksaan. Menurutnya, untuk mengakui perbuatannya, Wahyu masih memberikan keterangan yang berbelit-belit.

(dwia/elz)