Pemuda Pancasila Apresiasi Kabareskrim soal Penangkapan Djoko Tjandra

Tim detikcom - detikNews
Senin, 03 Agu 2020 15:48 WIB
Sekjen Pemuda Pancasila Arief Rahman/istimewa
Foto: Sekjen Pemuda Pancasila Arief Rahman/istimewa
Jakarta -

Langkah Bareskrim Polri membawa buronan kasus pengalihan hak tagih atau cessie Bank Bali Djoko Tjandra mendapat apresiasi dari Organsiasi Pemuda Pancasila (PP). Dianggap menciptakan suasana penegakan hukum yang transparan.

"Kami apresiasi langkah Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo beserta jajarannya dalam kasus Djoko Tjandra. Ini sebuah prestasi yang diperlihatkan ke publik terkait penegakan hukum bangsa kita," kata Sekjen PP, Arief Rahman dalam keterangan persnya, Senin (3/8).

Apalagi kata Arief Komjen Sigit terjun langsung dalam proses pemulangan Djoko Tjandra ke Indonesia. Sebagai komandan kata Arief langkah seperti itu bisa menjadi contoh dan menjadi panutan bagi jajaran kepolisan.

"Beliau juga tidak ragu untuk menyebutkan siapa saja yang terlibat dalam kasus Djoko meski anak buahnya sekalipun. Beliau ingin menciptakan suasana yang benar-benar transparan dan akuntabel dalam proses penegakan hukum," tegas Arief yang baru saja dilantik menjadi Staf Khusus Wakil Presiden.

Untuk proses selanjutnya Arief meminta agar Bareskrim untuk selalu terbuka. Bahkan jika perlu Bareskrim harus membekukan aset-aset Djoko Tjandra baik yang ada di Luar Negeri maupun dalam negeri. "Ini harus segera dilakukan demi penegakan hukum bangsa dan negara. Selamat kepada Kabareskrim atas kerja kerasnya selama ini," tutup Arief.

Diketahui Djoko Tjandra yang menjadi buronan sejak 11 tahun akhirnya bisa ditangkap di Malaysia pada Kamis, 30 Juli 2020. Penangkapan Djoko Tjandra ini langsung dipimpin oleh Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo.

Kabareskrim Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan penangkapan Djoko Tjandra merupakan jawaban pertanyaan masyarakat soal kemampuan aparat hukum khususnya aparat Kepolisian.

(fjp/fjp)