Bima Arya: Musuh Kita Orang-orang yang Percaya Teori Konspirasi

Yudistira Imandiar - detikNews
Senin, 03 Agu 2020 16:25 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya
Foto: Dok. Pemkot Bogor
Jakarta -

Wali Kota Bogor meresmikan Festival Merah Putih (FMP) 2020 di Tugu Kujang Kota Bogor. Bima Arya mengatakan, pada awalnya gelaran FMP hanya fokus pada kebersamaan di lingkup Kota Bogor tetapi pada perkembangannya FMP telah bertransformasi menjadi dari Kota Bogor untuk Indonesia. Meski demikian penyelenggaraannya kali ini terasa berbeda karena di tengah pandemi COVID-19.

"FMP adalah ikon Kota Bogor yang sudah berjalan di tahun kelima dan setiap tahun ada inspirasi, selalu ada kreasi dan inovasi baru. Hari ini FMP diselenggarakan dalam suasana yang sangat berbeda. Hari ini FMP kita adakan dalam situasi 'perang'. Perang yang belum kita menangkan, perang yang masih terus berjalan, perang melawan pandemi COVID-19," ujar Bima dikutip keterangan tertulis.

Ia menekankan dalam perang menghadapi pandemi virus Corona masyarakat harus memperkuat kebersamaan dan persatuan. Situasi yang terjadi saat ini, kata dia, merupakan kali pertama terjadi sejak Indonesia merdeka.

"Di sinilah konteks FMP yang sangat relevan. Saya melihat kesungguhan dari panitia yang telah menyesuaikan secara teknis seluruh rangkaian FMP menjadi kegiatan yang berpedoman kepada protokol kesehatan. Semua menyesuaikan diselenggarakan dengan tetap memelihara semangat tetapi aman secara kesehatan," sebut Bima Arya.

Wali Kota asli Bogor itu turut mengapresiasi para panitia yang menunjukkan semangat dalam mempersiapkan FMP 2020 dengan tetap mementingkan kebersamaan tanpa melihat latar belakang politik.

"Musuh kita adalah orang-orang yang hari ini memanfaatkan pertarungan hanya untuk kepentingan mereka. Musuh kita hari ini adalah orang-orang yang justru melihat politik sebagai panglima daripada kebersamaan sebagai kebutuhan. Musuh kita adalah orang-orang yang percaya teori konspirasi, percaya bahwa ada agenda terselubung ketimbang memandang ini sebagai ujian keimanan dan ujian kebersamaan bagi kita semua," tegas Bima.

Ia berharap dengan dikibarkannya bendera merah putih di seluruh penjuru Bogor Raya, muncul kesadaran dari warga untuk memenangkan perang melawan pandemi bersama-sama.

"Saya yakin tinggal tunggu saatnya kita akan betul-betul menenangkan pertarungan melawan orang-orang yang hari ini tidak sadar bahwa bahaya selalu mengancam, menyadarkan saudara-saudara kita bahwa protokol kesehatan diperlukan, menyadarkan kepada semua bahwa saat ini tolong menolong, saling mendorong, saling mendoakan, saling membantu adalah kunci kemenangan pertarungan kita," imbuhnya.

Ketua Panitia FMP 2020 Darwin Darmawan menuturkan, tema yang diangkat tahun ini yakni 'Gotong Royong Membangun Negeri'. Tema tersebut diambil untuk menumbuhkan semangat kebersamaan dalam perjuangan melawan situasi pandemi COVID-19.

"Seperti yang Wali Kota sampaikan, kita semua jadikan momen ini sebagai respon ujian untuk kebersamaan, kepedulian dan solidaritas. Oleh karena itu, Festival Merah Putih kali ini temanya Gotong Royong Membangun Negeri. Kita sadar kalau sendiri kita tidak kuat, kalau bergandeng kita mampu. Semoga melalui festival ini kita punya energi kolektif untuk bangkit berperang dan mengalahkan COVID," jelas Darwin.

Rangkaian FMP 2020 dimulai dengan kegiatan membalut ikon baru Kota Bogor di sisi Tugu Kujang, yakni Lawang Salapan dengan ornamen merah putih yang dikerjakan oleh Grup 1 Kopassus. Rangkaian lain yang akan diselenggarakan, yakni virtual fun ride 178,45 kilometer, virtual marching competition, pengibaran dan penurunan bendera Merah Putih selama 30 hari di Tugu Kujang, pemasangan umbul-umbul, dan lain sebagainya.

"Kalau kita ingin merah putih berkibar, maka perlu ada kebersamaan, perlu ada pengorbanan, perlu ada perjuangan. Nasionalisme itu sesuatu yang tidak bisa lahir dengan sendiri kalau kita tidak bangun. Puji syukur Pemkot Bogor berkomitmen untuk menjadi salah satu contoh teladan bagaimana nasionalisme dibangun dengan kebersamaan," tutup Darwin.

Tonton video 'Tanggapan Hadi Pranoto soal Video Bareng Anji Dihapus YouTube':

[Gambas:Video 20detik]



(prf/ega)