Viral Salat Jenazah Dokter Positif Corona di Medan, Peti Tetap dalam Ambulans

Haris Fadhil - detikNews
Senin, 03 Agu 2020 15:44 WIB
Screenshot video viral salat jenazah dokter positif COVID-19 yang wafat di Medan
Screenshot video viral salat jenazah dokter positif COVID-19 yang wafat di Medan.

Dia mengatakan sudah ada aturan khusus soal pemulasaraan jenazah pasien COVID-19 yang wafat. Menurutnya, aturan tersebut menekankan tidak boleh ada kontak langsung antara petugas ataupun orang lain dan jenazah pasien COVID-19.

"Berdasarkan Kep Menkes 413 dan Pedoman Penanganan COVID-19 revisi ke-5, jenazah boleh dimandikan, dikafani, dan disalatkan oleh petugas pemulasaraan jenazah ber-APD, maksimal dua orang di dalam kamar jenazah, sebelum dibungkus plastik dan masuk peti jenazah. Protokol di atas, menyesuaikan kebijakan masing-masing daerah. Ada juga yang sepakat langsung dibungkus plastik dan dipetikan. Prinsipnya tidak boleh ada kontak petugas atau orang dengan tubuh dan cairan tubuh jenazah," ucapnya.

Sebelumnya, dokter spesialis paru-paru-paru di Medan, Andhika Kesuma, wafat akibat terpapar virus Corona. Andhika meninggal setelah dirawat 23 hari di Rumah Sakit Columbia Asia Medan.

"Ya beliau sudah meninggal. Sekitar jam 11.00 WIB dengan status positif COVID-19," kata Kadis Kesehatan Sumut dr Alwi Mujahit saat dimintai konfirmasi detikcom, Sabtu (1/8).

"Sempat 23 hari dirawat di Columbia Asia," sambung Alwi.

Andhika merupakan orang yang pertama kali membuka Rumah Sakit GL Tobing. Rumah sakit tersebut dikhususkan menangani pasien Corona. Andhika merupakan penanggung jawab di rumah sakit tersebut. Selain Andhika, istrinya juga terpapar COVID-19. Istri Andhika masih dirawat di rumah sakit.

Halaman

(haf/tor)