Ganjil Genap Berlaku, PD Minta Pemprov DKI Awasi Ruang Tunggu Angkutan Umum

Eva Safitri - detikNews
Senin, 03 Agu 2020 09:07 WIB
Antrean penumpang bus TransJakarta terlihat di Halte Gatot Subroto. Antrean itu disebabkan oleh warga yang kembali beraktivitas jelang penerapan new normal.
Ilustrasi penumpang transportasi umum (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Kebijakan ganjil-genap mulai berlaku lagi hari ini. Fraksi Demokrat DPRD DKI menyoroti ruang tunggu di transportasi umum yang perlu diperhatikan.

"Saya pribadi yang perlu diwanti-wanti adalah tempat menunggunya masyarakat untuk transportasi umum, seperti stasiun kereta, halte, dan stasiun MRT sekaligus alat transportasi umum tersebut benar-benar diatur diperketat dan dijaga apabila perlu," kata Ketua F-Demokrat DPRD DKI, Desie Christhyana, ketika dihubungi, Minggu (2/8/2020).

Desie mengatakan tidak ada toleransi bagi masyarakat terhadap physical distancing. Menurutnya, Pemprov harus mengerahkan petugas untuk menjaga tempat antrean transportasi umum untuk memastikan penerapan protokol COVID berjalan.

"Tidak ada toleransi kepada masyarakat yang menentang physical distancing dan saya harap Pemprov agar mau mengerahkan petugas COVID di setiap tempat menunggu antrean transportasi umum dan ada petugasnya juga yang menjaga di dalam transportasi umum tersebut. Harapan saya agar masyarakat DKI benar-benar sadar untuk melakukan atau mempraktikkan jarak sosial dan fisik," ujarnya.

Hari ini, ganjil-genap masih bersifat sosialisasi yang berlaku hingga 5 Agustus 2020 dan tilang baru berlaku mulai 6 Agustus 2020. Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan pihaknya hanya akan memberlakukan teguran lisan di 3 hari pertama. Namun, polisi masih tetap memberhentikan mereka yang melanggar.

"Untuk melaksanakan penindakan pelanggaran tersebut, maka kami sampaikan bahwa selama 3 hari ini kami akan melaksanakan sosialisasi terlebih dahulu, artinya Senin, Selasa, Rabu, kita belum akan melakukan penindakan dengan tilang, baik secara manual maupun secara e-TLE," kata Sambodo kepada wartawan di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (2/8).

Keputusan ini diambil sebagai bentuk emergency brake atau rem darurat saat PSBB Transisi. Kadishub DKI Syafrin Liputo mengatakan volume lalu lintas di Jakarta terus naik selama PSBB Transisi dan bahkan melampaui volume kendaraan sebelum pandemi COVID-19. Dia mencontohkan di Cipete ada 75 ribu kendaraan melintas per hari, padahal sebelum pandemi jumlahnya 74 ribu. Di Senayan, jumlah kendaraan melintas sekitar 145 ribu, padahal dulu hanya 127 ribu.

"Dengan kondisi ini terlihat bahwa upaya Pemprov DKI Jakarta untuk tetap menjaga agar tidak terjadi kepadatan di perkantoran ataupun di pusat pusat kegiatan itu seolah olah belum efektif berjalan," kata Syafrin, Minggu (2/8).

(eva/lir)