Ganjil Genap Diberlakukan di Tengah Pandemi, Pengamat: Perlu Ditinjau Lagi

Matius Alfons - detikNews
Sabtu, 01 Agu 2020 06:54 WIB
Uji coba perluasan ganjil-genap di sejumlah kawasan ibu kota dimulai hari ini. Sejumlah petugas Dishub mulai melakukan sosialisasi kepada para pengguna jalan.
Ilustrasi Ganjil Genap DKI (Foto: Lamhot Aritonang)
Jakarta -

Pengamat kebijakan publik menilai pemberlakuan ganjil genap akan berdampak terhadap pembatasan dan lokalisasi virus Corona (COVID-19). Dia menilai kebijakan ganjil-genap di tengah pandemi perlu ditinjau lebih lanjut.

"Menurut hemat saya, regulasi itu tidak atau bukan menarget pengendalian pandemi COVID-19, sangat mungkin pemprov menilai regulasi pembatasan penggunaan kendaraan pribadi tidak berpengaruh terhadap pemberantasan pandemi COVID-19," ucap Pengamat Kebijakan Publik, Lisman Manurung, saat dihubungi, Jumat (31/7/2020).

Lisman menilai penggunaan mobil pribadi di tengah pandemi justru sebagai upaya masyarakat melindungi diri dari penularan virus Corona. Karena itu, menurutnya kebijakan ganjil genap ini harus diteliti lebih jauh.

"Dalam upaya untuk memberi keleluasaan warga melindungi diri sehingga menghindari naik angkutan publik massal, ada baiknya kemungkinan ini sebagai alasan menggunakan kendaraan pribadi, menurut saya perlu diteliti. Perlu ada riset lah daripada kebijakan yang ditempuh tidak berdampak positif," ucapnya.

Selain itu, dia juga menilai jika kebijakan ganjil-genap diberlakukan, ini justru jadi beban baru pembatasan dan lokalisasi virus Corona.

"Betul, itu akan menjadi beban baru bagi pembatasan dan lokalisasi virus COVID-19. Tetapi perlu risetlah, agar objektif," ujarnya.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta memutuskan memperpanjang penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi fase I. Selain itu, Pemprov DKI menetapkan kembali penerapan kebijakan ganjil-genap di Ibu Kota.

"Mulai pekan depan, kami akan terapkan kebijakan ganjil-genap di Jakarta, akan kita terapkan kembali," ujar Gubernur DKI Anies Baswedan dalam video yang disiarkan melalui channel YouTube Pemprov DKI Jakarta, Kamis (30/7).

(maa/aik)