Polisi Buru Pembuat Video Hoax Tentara China Laundry Seragam di Jakut

Isal Mawardi - detikNews
Jumat, 31 Jul 2020 05:24 WIB
Tangkapan layar viral tentara China ngelandry di Kelapa Gading
Foto: Tangkapan layar viral tentara China ngelandry di Kelapa Gading (IG Polres Jakut)
Jakarta -

Polisi telah menangkap Ace (35), salah satu penyebar isu yang menarasikan tentara China tengah nge-laundry seragam mereka di daerah Kelapa Gading, Jakarta Utara. Pelaku berinisial Ace itu diketahui mendapatkan video tersebut dari temannya.

"(Video didapat pelaku melalui) dishare secara pribadi oleh seseorang, oleh temannya," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara Kompol Wirdhanto Hadicaksono ketika dihubungi detikcom, Kamis (30/7/2020).

"(teman pelaku) masih kita lacak terus," lanjutnya.

Pelacakan keberadaan pembuat video itu dilakukan oleh Polres Metro Jakarta Utara bekerjasama dengan Cyber Crime Bareskrim dan dari Polda Metro Jaya. Namun pelacakan itu tidak lah mudah. Pasalnya, pembuat video dan para penyebar isu tersebut diduga menggunakan akun palsu.

"Kita akan usut untuk penyebar-penyebar berita bohong itu kalau misalkan dari patroli cyber kami menemukan adanya akun-akun yang masih menyebarkan nanti kita akan lakukan penyelidikan," imbuh Wirdhanto.

Ace menyebarkan berita serta video 'tentara China ngelaundry di Kelapa Gading' karena ia merasa yakin akan keaslian video tersebut. Sehingga, pelaku menyebarkan video itu ke sejumlah group chatting.

Diketahui, semenjak isu tentara China nge-laundry seragamnya itu viral di media sosial, polisi langsung menelusuri dengan melakukan patroli siber. Tak hanya patroli siber, polisi mengecek semua tempat laundry di Kelapa Gading untuk mencari informasi tersebut.

"Ada 42 tempat laundry dan semuanya sudah kami lakukan pengecekan, baik dari Polres maupun dari Polsek Kelapa, termasuk juga dibantu dengan teman-teman dari TNI dari Kodim 0702," ujar Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto.

"Namun dari hasil penyelidikan kami kepada para laundry yang ada di Kelapa Gading tersebut, tidak ada satu pun laundry yang ada tempat ataupun ada baju sebagaimana yang viral di media sosial tersebut," sambungnya.

Lebih jauh, Budi menjelaskan polisi mencoba berkoordinasi dan berkomunikasi dengan ahli bahasa untuk melihat tulisan dalam baju tersebut merupakan tulisan dengan bahasa apa. Menurutnya, setelah dilakukan pengecekan tulisan dalam baju tersebut bukan menggunakan bahasa China.

"Kami crosscheck sebenarnya tulisan ini apakah huruf Cina ataukah huruf yang lainnya, sehingga pada saat itu kami mencoba bertanya ke beberapa ahli bahasa dan akhirnya pada kesimpulan ahli bahasa yaitu dari bahasa Korea Selatan," katanya.

Tonton video 'Isu Tentara China Ngelaundry di Kelapa Gading, Polisi Turun Tangan':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/aud)