Mudik Idul Adha, Jasa Marga Prediksi 546.436 Kendaraan Tinggalkan Jakarta

Yulida Medistiara - detikNews
Kamis, 30 Jul 2020 19:23 WIB
Foto aerial kepadatan kendaraan di ruas Tol Jakarta-Cikampek KM 38, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu  (9/6). Kemacetan terjadi karena adanya peningkatan volume kendaraan saat arus mudik Lebaran 2018 serta adanya penyempitan jalan dan para pemudik yang ingin masuk ke rest area KM 39. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/pras/18
Ilustrasi Jalan Tol Jakarta Cikampek (Hafidz Mubarak A/Antara Foto)
Jakarta -

PT Jasa Marga (Persero) TBK memprediksi terjadi peningkatan volume lalu lintas yang meninggalkan Jakarta selama periode Hari Raya Idul Adha 1441 H terjadi puncaknya pada hari ini, Kamis (30/7). Jasa Marga memprediksi jumlah kendaraan yang meninggalkan Jakarta selama periode libur panjang hari raya Idul Adha 1441 H (30 Juli-2 Agustus 2020) sebanyak 546.436 kendaraan atau naik 2,68% jika dibandingkan dengan lalu lintas normal.

Operation Management & Maintenance Group Head Jasa Marga Pratomo Bimawan Putra mengatakan bahwa angka tersebut merupakan angka kumulatif lalu lintas yang meninggalkan Jakarta di beberapa Gerbang Tol (GT) barier/utama, yaitu GT Cikupa (arah barat), GT Ciawi (arah selatan) serta GT Cikampek Utama & GT Kalihurip Utama (arah timur).

"Kami memprediksi dari seluruh gerbang tol tersebut, distribusi lalu lintas mayoritas ke arah Timur sebesar 45,9%. Sementara itu untuk yang ke arah Barat sebesar 29,2% dan ke arah Selatan sebesar 24,9%," kata Bima, dalam keterangannya, Kamis (30/7/2020).

Bima menjelaskan dengan adanya peningkatan volume lalu lintas ke luar Jakarta, Jasa Marga mempersiapkan layanannya agar beroperasi optimal di gerbang tol, lajur maupun tempat istirahat dengan menerapkan standar protokol kesehatan dan pencegahan penyebaran COVID-19 sesuai Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No. 07/SE/M/2020.

"Setidaknya ada empat jenis peningkatan layanan yang kami lakukan. Yang pertama adalah peningkatan layanan transaksi, yaitu meningkatkan kapasitas transaksi di semua GT Barrier dengan menyiapkan mobile reader dan memastikan semua gardu transaksi beroperasi penuh," ujar Bima.

"Hal ini juga didukung dengan peningkatan layanan lalu lintas yang ada di lajur, yaitu menyiagakan petugas di lokasi rawan kepadatan, berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan rekayasa lalu lintas, pemasangan CCTV speed camera untuk mendukung rekayasa lalu lintas yang akan dilaksanakan serta petugas layanan jalan tol yang siaga 24 jam melalui One Call Center 14080," jelas Bima.

Jasa Marga juga melakukan peningkatan layanan konstruksi yaitu dengan melakukan pelebaran lajur pertemuan Jalan Tol Jakarta-Cikampek bawah dan Jalan Tol Jakarta-Cikampek Elevated arah Cikampek yang terletak di Km 48+195 sampai dengan Km 51+100 dan arah Jakarta di Km 49+700 Km 48+050 yang akan mencairkan kepadatan di daerah pertemuan dua lajur tersebut. Serta menyiagakan tim siaga 24 jam yang bertugas memperbaiki jalan berlubang, menyiagakan pompa untuk antisipasi genangan air dan menjaga kebersihan lingkungan di jalan tol.

Selain itu Jasa Marga juga menyiapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 di tempat istirahat atau rest area yang berpotensi terjadinya kepadatan. Selain itu Jasa Marga juga berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengatur buka-tutup rest area jika kapasitas parkir penuh.

"Tidak hanya di lajur, kami juga meningkatkan layanan di tempat istirahat yang juga berpotensi menjadi titik kepadatan dengan memastikan tempat istirahat beroperasi dengan tetap menjalankan protokol pencegahan COVID-19, physical distancing, pembatasan kapasitas parkir. Selain itu, kami juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk pengaturan buka tutup rest area jika kapasitas parkir telah melebihi kapasitas yang ditentukan, memastikan ketersediaan BBM, penyiagaan petugas 24 jam, memperbanyak himbauan pencegahan penyebaran COVID-19 melalui public address dan spanduk," jelasnya.

"Tidak hanya untuk kendaraan yang meninggalkan Jakarta dan sebaliknya, kami juga mengantisipasi adanya pergerakan lalu lintas wisata. Kami mengidentifikasi titik-titik rawan kepadatan, menyiagakan petugas serta menyiapkan skenario rekayasa lalu lintas bersama pihak kepolisian," tutup Bima.

Jasa Marga mengimbau pengguna jalan agar dapat mengantisipasi perjalanan sebelum memasuki jalan tol. Hindari jam-jam puncak arus lalu lintas, pastikan kendaraan maupun pengendara dalam keadaan prima, mematuhi protokol kesehatan (menggunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak) saat berada di Tempat Istirahat. Selain itu Jasa Marga mengimbau agar pengguna jalan mengisi saldo uang elektronik yang cukup, mematuhi rambu-rambu dan arahan petugas serta istirahat jika lelah berkendara.

(yld/dhn)