Menaker: Gerakan Pekerja Sehat Harus Jadi Budaya Hidup Sehat

Inkana Putri - detikNews
Rabu, 29 Jul 2020 19:39 WIB
Menaker Ida Fauziyah
Foto: dok kemnaker
Jakarta -

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah mengunjungi kantor pengelola kawasan Karawang International Industrial City (KIIC), di Karawang, Jawa Barat hari ini. Selain melakukan kegiatan Senam Pekerja Sehat (SPS), Ida juga meminta perusahaan untuk menyiapkan petugas K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) COVID-19.

Menurutnya, petugas K3 COVID-19 dibutuhkan sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan COVID-19 di tempat kerja.

"Kita minta ada petugas K3 COVID-19 di setiap perusahaan dan perkantoran yang bertugas secara khusus untuk mencegah dan mengantisipasi penyebaran COVID-19 di tempat kerja," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (29/7/2020).

Dalam kegiatan tersebut, Ida juga mengingatkan agar protokol kesehatan dapat diterapkann dengan baik. Para pengusaha dan pekerja harus semaksimal mungkin menerapkan pola hidup bersih dan sehat dengan menjadikannya sebagai budaya hidup. Pasalnya, protokol kesehatan bukan sekedar kewajiban pengusaha kepada pekerja ataupun sebaliknya.

"Jangan bawa masker karena takut dihukum denda. Harus jadi addict, bawa masker harus dijadikan sebuah ketagihan. Mari menyayangi diri sendiri dan menyayangi orang lain dengan menjaga diri agar penyebaran COVID-19 tak terjadi," katanya.

Selain itu, Ida mengimbau para pengusaha untuk menerapkan Gerakan Pekerja Sehat di lingkungan perusahaan untuk membantu pekerja/buruh beradaptasi dengan kebiasaan baru. Sehingga mampu mewujudkan dunia industri yang produktif dan aman dari COVID-19.

"Melalui Gerakan Pekerja Sehat, diharapkan pekerja/buruh selamat, sehat, dan produktif serta perusahaan dapat tetap mempertahankan produktivitas dan adaptif dengan kondisi kebiasaan yang baru," imbuhnya.

Ida menjelaskan program Gerakan Pekerja Sehat merupakan implementasi atas Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Gerakan ini diperluas untuk menyesuaikan implementasi budaya hidup sehat di tempat kerja.

"Gerakan Pekerja sehat bertujuan untuk memasyarakatkan budaya hidup sehat di tempat kerja dan menghilangkan kebiasaan dan perilaku pekerja/buruh yang kurang sehat," ungkapnya

Lebih lanjut, ia memaparkan Gerakan Pekerja Sehat memiliki beberapa fokus, yaitu deteksi dini penyakit pada pekerja, tempat kerja tanpa asap rokok, aktivitas fisik/olahraga, penyediaan ruang ASI, perilaku hidup bersih dan sehat, penggunaan APD, tindakan P3K, dan promosi gizi seimbang.

"Namun Gerakan Pekerja Sehat jangan dijadikan beban dan dianggap sebuah kewajiban. Tetapi harus dijadikan budaya dan kebutuhan hidup sehat. Yang bisa menyelamatkan kita adalah kemauan untuk hidup sehat. Yang penting datang dari kita, mau sehat, butuh sehat, Insya Allah COVID-19 jauh dari kita," ujarnya.

Ida juga mendorong agar perilaku hidup bersih dan sehat serta aktivitas fisik dan olahraga dapat dijadikan budaya di tempat kerja. Hal ini perlu dilakukan agar tempat kerja tidak menjadi klaster COVID-19.

Ida juga berharap agar pekerja/buruh selamat, sehat dan produktif, serta perusahaan tetap bisa mempertahankan produktivitas dan adaptive dengan kebiasaan baru.

"Saya berharap kawasan industri KIIC menjadi bagian garda terdepan untuk membangun pekerja sehat. Kawasan-kawasan industri lain harus melaksanakan hal serupa," katanya.

Di sisi lain, Direktur KIIC Sanny Iskandar, mengapresiasi dorongan Kemnaker kepada industri untuk tetap bekerja secara produktif dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Sanny juga mengatakan pihaknya telah berkeliling ke beberapa industri dan pabrik yang ada di Kawasan KIIC untuk memastikan protokol kesehatan diterapkan dengan baik.

"Mereka (industri-red) semua telah melaksanakan protokol kesehatan . Tapi di KIIC yang terdapat 160 perusahaan/industri belum ada yang positif COVID-19," pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Ida turut didampingi oleh Plt. Dirjen Binwasnaker dan K3, Iswandi Hari; Direktur PNK3, Ghazmahadi; dan Kepala Biro Humas Kemnaker, Soes Hindharno.

(ega/ega)