Kepala BNPT Sowan ke Ulama di Jabar Bahas Pancasila-Penanganan Radikalisme

Herianto Batubara - detikNews
Rabu, 29 Jul 2020 17:43 WIB
Kunjungan di Garut
Foto: Kepala BNPT sowan ke Ponpes An-Nur di Garut Jawa Barat
Jakarta -

Kepala BNPT Boy Rafli Amar bersilaturahmi dengan sejumlah pemuka agama pimpinan pondok pesantren serta tokoh masyarakat di Jawa Barat. Dia merangkul dan mengajak para ulama agar terus menjaga Pancasila dan menangkal radikalisme.

Agenda ini dilaksanakan pada Selasa (28/7) malam. Ada sejumlah ulama yang disambangi Boy Rafli, antara lain pimpinan Pondok Pesantren Cipasung Tasikmalaya, KH A Bunyamin Ruhiat dan pimpinan Pondok Pesantren An-Nur Garut KH Zainal Mutaqin.

Kunjungan di GarutBoy Rafli berdiskusi dengan pimpinan Pondok Pesantren Cipasung Tasikmalaya (dok BNPT)

"Maksud dan tujuan dari rangkaian silaturahmi ini sebagai upaya pendekatan kemanusiaan yang menyentuh langsung seluruh komponen masyarakat dengan berbagai latar belakang, lintas etnis, lintas agama, dan lintas generasi, untuk bersinergi melawan radikalisme dan terorisme," kata Boy Rafli dalam keterangan resmi, Rabu (17/7/2020).


Boy mengatakan, memerangi suburnya ideologi radikal terorisme yang menjadi tantangan besar kebangsaan. Ini perlu disadari bersama dan membutuhkan pergerakan kolektif dari segenap elemen bangsa. Terlebih menurutnya radikalisme kerap mengatasnamakan agama sebagai dasar ideologi, sehingga dalam menyikapinya menuntut peran dari segenap tokoh agama dan para ulama untuk agar kebebasan umat beragama tidak tercemar oleh narasi kebencian yang dapat merusak persatuan kesatuan bangsa.

Kunjungan di GarutBoy Rafli bersama pimpinan Pondok Pesantren Cipasung Tasikmalaya, KH A Bunyamin Ruhiat (dok BNPT)

Menurut Boy Rafli para ulama memegang peranan yang sangat penting. Para ulama mampu memberikan kesejukan dan pemikiran agama yang lurus sehingga buah pikiran provokasi, narasi kebencian, dan kekerasan dapat teredam dengan baik.

Kunjungan di GarutKunjungan Boy Rafli di Garut Jawa Barat Foto: Kunjungan di Garut

Dalam pertemuan, Boy Rafli dan kedua ulama tersebut juga saling membicarakan tentang keseimbangan bernegara dan beragama yang merupakan amalan dari nilai-nilai Pancasila. Gencarnya narasi radikalisme yang beredar di tengah masyarakat apabila tanpa peran role model yang baik dan benar dapat menjadi bibit perpecahan kesatuan bangsa.

Boy Rafli berharap KH A Bunyamin Ruhiat dan KH Zainal Mutaqin dapat bersama bergandeng tangan dengan BNPT merawat Pancasila, memerangi radikalisme dan terorisme serta terus menebar kesejukan di masyarakat.

(hri/imk)