PSBB Transisi Jakarta Nyaris 2 Bulan Dinilai Tak Bawa Perubahan

Danu Damarjati - detikNews
Rabu, 29 Jul 2020 14:42 WIB
Area sekitar BKT ramai didatangi warga saat Minggu pagi. Selain berolahraga, tak sedikit warga yang datang untuk isi waktu di akhir pekan bersama keluarga
Ilustrasi warga Jakarta saat PSBB. (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi sudah berjalan di Jakarta sejak 5 Juni atau nyaris berusia dua bulan. Pakar menilai PSBB transisi sejauh ini tidak menurunkan penyebaran COVID-19 di Jakarta.

"Sama saja. Sejak awal pelonggaran sampai sekarang tidak banyak perubahan. Kondisinya hanya mempertahankan saja," kata juru wabah dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Pandu Riono, kepada detikcom, Rabu (29/7/2020).

Menurut Pandu, PSBB transisi Jakarta sekadar mampu menahan kondisi wabah COVID-19 di Jakarta supaya tidak menjadi jauh lebih buruk. Meski demikian, tingkat reproduksi efektif (Rt) penularan COVID-19 di Jakarta belum turun.

"Angka reproduksi efektif (Rt) tidak berubah, masih di angka sekitar 1," kata Pandu. Rt dikatakan aman apabila nilainya lebih kecil dari 1. Bila lebih dari 1, penularan virus Corona masih terjadi.

Penularan COVID-19 di Jakarta masih terus terjadi karena arus keluar-masuk manusia di Jakarta terus terjadi. PSBB dan PSBB transisi hanya dilakukan secara sektoral, padahal penduduk Jakarta juga banyak yang datang dari luar Jakarta.

"Sebenarnya, PSBB kemarin itu tidak efektif karena penduduk bergerak terus. Tapi, tidak mungkin PSBB kembali lagi. Maka ya sudah, harus diganti 3M yang dipatuhi 100% penduduk," kata Pandu.

Epidemiolog UI Pandu Riono (Dok web situs FKM UI)Epidemiolog UI Pandu Riono (Dok web situs FKM UI)

Tonton video 'Pemprov DKI Kantongi Rp 1,13 Miliar dari Denda PSBB Jakarta':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2