Pemprov DKI Tutup Sementara 7 Perusahaan Selama PSBB Transisi

Muhammad Ilman Nafi'an - detikNews
Selasa, 28 Jul 2020 13:44 WIB
Kepala Dishub DKI Jakarta Andri Yansyah
Andri Yansyah (Muhammad Fida/detikcom)

Hingga kini, ada 68 perkantoran yang menjadi klaster COVID-19. Perkantoran itu berasal dari instansi pemerintahan dan perusahaan swasta.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta membenarkan terkait data yang menampilkan 68 perkantoran di DKI jadi klaster Corona (COVID-19). Dinkes DKI menyebut, dari klaster tersebut, 440 pekerja diisolasi lantaran positif COVID-19.

"Sebanyak 68 kantor, iya (jadi klaster Corona)," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia saat dihubungi, Selasa (28/7).

Dwi menjelaskan, 68 perkantoran yang menjadi klaster Corona itu merupakan data yang berasal dari 'Analisis Data Cluster Perkantoran Jakarta' sejak PSBB tahap I hingga PSBB transisi, yakni Minggu (26/7). Total, ada 440 karyawan yang positif Corona dari 68 perkantoran itu. Menurutnya, saat ini sudah ada beberapa perkantoran yang tempatnya sudah bersih dari penyebaran virus Corona.

"Sebanyak 68 (perkantoran) itu di tanggal 26 Juli, itu dari awal ya, jadi ada tentu yang kantor-kantor yang sudah selesai. Karena sudah berhasil memutus rantai penularan, karena yang reaktif kita langsung, sehingga tidak menularkan atau tidak berkembang penularan ke orang lain," katanya.

Halaman

(lir/lir)