Jokowi Ingatkan TNI-Polri: Sekarang Negara Cepat Kalahkan yang Lambat

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 28 Jul 2020 11:49 WIB
Presiden Jokowi.
Presiden Jokowi. (Foto: Muchlis Jr-Biro Pers Setpres)
Bogor -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin adanya terobosan-terobosan sehingga cara kerja tidak lagi bertele-tele. Jokowi mengingatkan bahwa kini negara pemenang adalah negara yang bisa mengalahkan negara yang lambat.

"Kita perlu budaya baru dalam kerja yang lebih cepat, harus berani melakukan shortcut, sehingga cara kerja tidak betele-tele dan lamban. Saya sampaikan bukan negara besar kalahkan yang kecil, kalau itu yang lalu iya seperti itu, negara besar mengalahkan yang kecil. Kalau sekarang dan yang akan datang, negara cepat kalahkan yang lambat. Artinya yang cepat yang akan menang," ujar Jokowi saat memberikan arahan kepada peserta Program Kegiatan Bersama Kejuangan Tahun Anggaran 2020 yang disiarkan di saluran YouTube Setpres, Selasa (28/7/2020).

Jokowi mengatakan, justru letak permasalahan di Indonesia adalah banyaknya aturan yang berbelit. Pemerintah sebagai pembuat kebijakan malah terjebak akan peraturannya sendiri.

"Di sinilah justru letak permasalahan pemerintahan kita, yang semuanya harus kita ubah. Terlalu banyak aturan yang membelenggu kita sendiri. Yang buat kita sendiri, yang belenggu kita sendiri. Terlalu banyak prosedur, terlalu banyak tahapan-tahapan pada sebetulnya kita bisa langsung, terlalu banyak birokrasi, yang terjebak oleh aturan yang kt buat sendiri. Inilah saya kira pekerjaan besar kita ke depan, termasuk di TNI dan Polri," kata Jokowi.

Di masa pandemi virus Corona (COVID-19) saat ini, Jokowi memaparkan pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi bisa tumbuh hingga 0,5%, di bawah India (1,2%) dan China (1,9%). Namun Jokowi menekankan, Indonesia belum mendapat angka akhir posisi pertumbuhan ekonomi di Indonesia tahun 2020.

"Managing Director IMF mengatakan pada kita Indo pada posisi 3 besar. China akan, masih tumbuh 1,9% plus, India akan tumbuh perkiraan mereka 1,2% plus dan Indonesia 0,5%. Tetapi dengan perubahan yang makin buruk tadi, kita belum dapatkan angka-angka yang paling akhir berapa posisi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2020," ucap Jokowi.

Tonton video 'Corona di RI Tembus 100 Ribu, Berikut 10 Negara dengan Kasus Tebanyak':

[Gambas:Video 20detik]



(dkp/imk)