Pemkot Depok Terima Denda Rp 5,5 Juta Selama 2 Hari Razia Masker

Jehan Nurhakim - detikNews
Senin, 27 Jul 2020 23:16 WIB
Seorang warga disetop petugas Satpol PP Depok karena tak pakai masker
Ilustrasi warga yang kena razia masker di Depok (Jehan Nurhakim/detikcom)
Depok -

Pemkot Depok telah menerima uang denda Rp 5.550.000 pada razia masker. Uang tersebut terkumpul dari hasil razia selama dua hari pada Kamis (23/7) dan Jumat (24/7).

"Pertama pada hari Kamis (23/7) Itu jumlah total warga (yang dirazia) 53 orang, kemudian di hari Jumat (24/7) 58 orang," kata Kabid Trantibum Pamwal Satpol PP Kota Depok Muhammad Fahmi saat dihubungi, Senin (27/7/2020).

Untuk diketahui, sanksi denda administratif yang diterapkan terhadap warga yang tidak memakai masker di Kota Depok sebesar Rp 50 ribu. Dengan demikian, total uang denda selama dua hari razia tersebut total uang yang terkumpul sebesar Rp 5.550.000.

Fahmi mengatakan, selain Kamis dan Jumat, pada Sabtu (25/7) dan Minggu (26/7) razia tetap dilakukan. Hanya, warga yang kena razia karena tidak memakai masker tidak didenda, melainkan diberi sanksi sosial berupa membersihkan fasilitas umum.

"Sabtu-Minggu nggak (didenda), hanya sanksi sosial dan patroli biasa. Tetap razia, cuma karena BJB-nya hanya di jam kerja," katanya.

Lebih jauh, Fahmi mengatakan, selama 5 hari berjalannya penerapan sanksi, tren pelanggaran warga yang tidak bermasker cenderung masih sama.

"Tapi ini di luar dari ada beberapa warga yang tetap beri peringatan lisan. Karena pada saat mereka berada di luar rumah, tidak menggunakan tapi membawa masker. Yang tadi itu kan, rata-rata memang dikenakan denda administrasi," paparnya.

Pihak Satpol PP rencananya akan menambah jam-jam razia di seluruh wilayah Depok. Siang tadi, razia dilakukan di 5 titik, yakni di Tugu Jam Siliwangi, Kantor Sukmajaya, Kukusan, Pasar Mosi, dan Juanda.

"Mungkin nanti akan dievaluasi, mungkin menyebar kembali di beberapa fasilitas umum, tempat berkumpul masyarakat," katanya.

(mea/mea)