Mantan Atlet Maria Lawalata Sempat Ditahan 50 Hari Gegara Rp 150 Juta

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Senin, 27 Jul 2020 19:15 WIB
Terlilit Utang, Mantan Atlet Maria Lawalata Berurusan dengan Polisi
Foto: (KAdek Melda Luxiana)
Jakarta -

Mantan atlet Maria Lawalata berurusan dengan polisi setelah dilaporkan atas dugaan penggelapan uang Rp 150 juta. Maria juga sempat ditahan di Polres Jakarta Utara selama 50 hari. Tapi kini, pelapor cabut laporan setelah Maria Lawalata mengembalikan uang tersebut.

"(Ditahan) dari tanggal 8 Juni 2020 sampai hari ini sudah ditangguhkan. Sudah ada kesepakatan yang dilengkapi," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara, Kompol Wirdhanto kepada wartawan di Kapolresta Jakarta Utara, Senin (27/7/2020).

Wirdhanto mengatakan, Maria sudah melunasi semua uang yang sebelumnya diperkarakan oleh pelapor. Dikatakan Wirdhanto, keluarga mengembalikan seluruh uang pelapor Rp 150 juta.

"Sudah (lunas utang) full (dibayar) hari ini dari keluarga (Maria)," ujarnya.

Sebelumnya, Maria dilaporkan ke Polres Jakarta Utara pada tahun 2016 atas tuduhan dugaan penipuan dan penggelapan uang senilai Rp 150 juta. Polisi menyebut, saat itu Maria mengajak pelapor untuk bekerja sama membangun sekolah sepak bola (SSB), di mana pelapor menyerahkan uang Rp 150 juta untuk pembangunan SSB itu.

Akan tetapi, Maria disebut tidak menggunakan uang itu untuk SSB, melainkan untuk keperluan pribadi.

"(Uang Rp 150 juta) itu untuk hutang-hutang yang lain. Yang jelas ada kondisi ekonominya," ungkapnya.

"Sekolahnya memang dibuka, jadi pada saat itu memang ada pengembangan terkait masalah lapangan di Cilincing dan Bekasi. Alasannya seperti itu pada pihak korban. Makanya kerja sama Rp150 juta untuk peminjaman atau mengontrak lapangan tapi ternyata tidak dilakukan tapi malah untuk menutupi hutang-hutang yang lain," sambungnya.

Dikatakan Wirdhanto, hubungan antara Maria dengan korban hanya sebatas teman. Maria meminjam uang dan menjanjikan keuntungan kepada korban.

"(Hubungan BI dengan Maria) pertemanan saja, karena ibaratnya ini kan bicaranya investasi. Pertama nya dijanjikan keuntungan, jadi ini kerjasama," imbuhnya.

Kasus itu kemudian diproses oleh polisi. Pada 2019, kasus dinyatakan lengkap (P21) dan seharusnya Maria saat itu diserahkan ke kejaksaan untuk pelimpahan tahap II.

Karena berbagai pertimbangan, saat itu Maria tidak ditahan. Tetapi kemudian Maria ditahan sejak 8 Juni lalu.

Mengetahui hal ini, pihak Kemenpora turun tangan. Kemenpora meminta polisi untuk melakukan mediasi kedua pihak.

Tenanga Ahli Menpora Brigjen Pol Uden Kusumawijaya mengatakan, campur tangan Kemenpora dalam kasus ini untuk menunjukkan kehadiran negara untuk membantu mantan atlet Maria Lawalata yang telah berjasa besar dalam mengharumkan negara di bidang olah raga.

"Sehingga kemudian atas pe

tunjuk Bapak Menteri kami segera mengadakan koordinasi dengan Kapolres dan ternyata memang ada jalan keluar itu," kata Uden.

Uden bersyukur karena kasus ini pada akhirnya bisa diselesaikan secara damai. Uden pun mengapresiasi pihak kepolisian.

"Syukur alhamdulillah pada hari ini kita bisa wujudkan perdamaian pada pihak pelapor dan sebagainya ini sudah semua diselesaikan. Kembali saya ucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolres khususnya Kapolres Jakut yang memberikan jalan dan ruang untuk mantan atlet nasional kita ini, sehingga kemudian beliau bisa bebas dan mungkin akan memperbaiki kehidupan di masa datang," tandasnya.

Tonton video 'Diperiksa soal Kasus Maria Lumowa, Napi Ini Ogah Tandatangani BAP':

[Gambas:Video 20detik]



(mei/mei)