Lagi, Jenazah Pasien COVID-19 di Lombok Dijemput Paksa Ratusan Warga

Tim detikcom - detikNews
Senin, 27 Jul 2020 15:14 WIB
Jenazah pasien positif COVID-19 dijempu paksa di RSUD Mataram, NTB.
Jenazah pasien positif COVID-19 dijemput paksa di RSUD Mataram, NTB. (Foto Antara)

Dengan demikian, apabila jenazah dibuka, dimandikan, dan dikuburkan tidak sesuai protokol COVID-19 di kampung halamannya, itu sudah tidak menjadi tanggung jawab pihak RSUD Kota Mataram.

"Pihak keluarga sudah menandatangani surat pernyataan penolakan pemulasaraan jenazah sesuai protokol COVID-19. Kalau jenazah dibuka, tentu akan membahayakan keluarga dan warga sekitar," katanya.

Dewi mengatakan pasien dengan inisial M ini masuk ke RSUD Kota Mataram pada 25 Juli 2020 pukul 14.09 Wita, dengan penyakit penyerta gagal ginjal.

"Kondisi M sudah memburuk, jadi diambilkan swab dan 2 jam kemudian keluar hasil positif kemudian pasien dipindah ke ruang isolasi pengembangan dan sudah menandatangani berbagai surat pernyataan dan persetujuan," katanya.

Kasus penjemputan paksa jenazah di rumah sakit yang sama juga pernah terjadi pada Senin (6/7) sekitar pukul 19.30 Wita. Saat itu ratusan warga menjemput paksa jenazah perempuan berinisial M asal Ranjok Barat, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, yang dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit akibat COVID-19.


(idh/tor)