Gerindra DKI Nilai Pemprov Belum Optimal Cari Pengganti Kantong Plastik

Arief Ikhsanudin - detikNews
Senin, 27 Jul 2020 06:55 WIB
Seknas BPN Prabowo-Sandiaga Uno, M Taufik memberikan keterangan terkait ribuan form C1 yang disebut untungkan kubu 02. Seperti apa keterangannya?
Foto: M Taufik (Grandyos Zafna).
Jakarta -

Penggunaan kantong plastik masih sering ditemukan di DKI Jakarta, khususnya di Pasar Tebet Timur, Jakarta Selatan. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra, M Taufik menyebut Pemerintah Provinsi belum optimal mencari pengganti kantong plastik tak ramah lingkungan.

"Saya kira iya, saya kira belum (optimal), bahwa kita sepakat harus ada pengganti plastik di pasar-pasar, iya. Harus ada larangan pengguna plastik, tapi harus dibarengi oleh penyediaan," ujar M Taufik, saat dihubungi, Minggu (26/7/2020).

Taufik setuju dengan pelarangan kantong plastik tidak ramah lingkungan. Namun, perlu kajian soal jenis pengganti kantong kresek tersebut.

"Pelarangan plastik penting, cuma saya kira jenisnya harus dievaluasi lagi. Sekarang ada plastik terbuat dari bahan singkong. itu kan bisa didaur ulang, ke dua penyiapan, penggantinya apa? sekarang kan nggak ada," ujarnya.

Taufik meminta agar plastik sekali pakai dari bahan yang bisa didaur ulang diperbolehkan. Sehingga ada pengganti dari plastik sekali pakai bagi pedagang, khususnya pedagang pasar tradisional.

"Itu kan barang basah, itu yang harus dipikirkan. Sekarang banyak, ada teknologi nggak boleh dihambat, ada plastik dibuat umbi-umbian, singkong, itu diperbolehkan," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Isnawa Adji mengaku masih menemukan penggunaan kantong plastik saat meninjau ke Pasar Tebet Timur, Minggu (26/7) pagi. Padahal, penggunaan kantong plastik sekali pakai sudah dilarang di DKI Jakarta sejak 1 Juli 2020.

"Soal penggunaan kantong belanja ramah lingkungan harus terus disosialisasikan. Di sini masih kita temukan ada warga yang karena nggak bawa kantong belanja masih pakai kantong kresek (kantong plastik) dikasih sama pedagang," kata Isnawa.

(aik/isa)